Nama Jendral Polisi Tito Karnavian Diapungkan Jadi Calon Wapres?

PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,– Saat ini bermunculan banyak nama untuk calon wapres. Ada Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A,Drs. H. Muhaimin Iskandar, M.Si, Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. (AHY), Gatot Nurmantyo Airlangga Hartarto, terkahir muncul nama Jendral Polisi Tito Karnavian.

Berbagai lembaga survei menjelang tahun 2019 mendatang akan selalu sibuk melaksanakan survei setiap bulannya untuk mengetahui nama siapa saja memiliki elektabilitas untuk calon Presiden dan wakil presiden.

Setiap bulan elektabilitas selalu tidak konstan, berfluktuasi, namun dari hasil survei tersebut nama Jokowi tetap lebih unggul dari Prabowo walupun dipasangkan dengan siapapun wakilnya.

Diakhir akhir tahun 2017 lalu, salah satu lembaga survei di Tanah Air mempublish hasil surveinya bahwa nama AHY walupun dikesatuan TNI dia perwira menengah berpangkat Mayor akan tetapi AHY mampu mengungguli panglimanya Jendral TNI Gatot Nurmantyo.

Kalau kita tanya satu persatu diantara nama nama calon wakil presiden yang mengapung saat ini, mereka kalau diberikan kebebasan untuk memilih mendampingi siapa, kita yakin pilihan mereka akan jatuh kepada Jokowi.

Namun untuk bisa dipilih menjadi wakil presiden mendampingi Jokowi, Jokowi tidak bebas menjatuhkan pilihannya, dia harus patuh dengan kebijakan PDIP yang notabene patuh kepada pilihan Megawati Soekarnoputri.

Sebagai ketua Partai berlambamg Banteng Moncong Putih, Megawati Soekarnoputri, titahnya akan menjadi sesuatu yang mutlak harus ditururi oleh peserta Mubes/Munas untuk menentukan siapa yang akan dipilih bakal mendampingi Jokowi sebagai Presiden pada Pilpres 2019 yang akan datang.

Lobi lobi politik kini tengah berproses, AHY sebagai putra mahkota dari SBY pun kini berupaya untuk melakukan lobi-lobi dan menyatakan ingin berkonsultasi dengan Megawati, begitu juga Gatot yang mulai muncul ambisinya kepermukan untuk menjadi wakil presiden berupaya untuk bisa ketemu dan mengambil simpati Megawati Soekarnoputri. Namun keduanya sampai saat ini masih belum mendapat signal kapan mereka bisa bertemu dengan Megawati Soekarnoputri.

Dari sekian nama nama yang muncul sebagai wakil presiden, yang menarik untuk dicermati adalah nama Jenderal Polisi Toto Karnavian.

Jendral Tito beberapa waktu pernah melontarkan akan mengambil pensiun dini dari orang nomor 1 (satu) di Bhayakara, namanya diapungkan sebagai wakil presiden Jokowi atau Prabowo oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Mahfud MD menjagokan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk menjadi calon wakil presiden Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

“Kalau menurut saya sendiri yang mantap (jadi cawapres) itu pak Tito (Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian),” ujar Mahfud kepada Tempo.co, di sela menghadiri peluncuran buku Etika dan Kode Etik Profesi Hukum karya mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Sabtu 31 Maret 2018.

Mahfud menjagokan Tito masuk bursa cawapres karena banyak hal. Selain masih terbilang muda, Tito selama menjabat Kapolri dinilai sebagai sosok berintegritas. “Beliau (Tito) ini saya melihatnya orang yang lurus, tegas, lumayan,” ujarnya.

Di tengah riuhnya publik yang memunculkan sosok-sosok capres dan cawapres impian mereka saat ini, Mahfud menuturkan fenomena itu sebagai kewajaran menjelang tahun politik.

“Yang penting negara ini tetap selamat saja, bebas radikalisme, kekerasan, NKRI aman, terjaga, kita harus mendapatkan pemimpin yang bisa menjamin itu,” ujarnya.

Saat ditanya siapa capres yang cocok jika Tito Karnavian cawapres, Mahfud MD hanya berujar santai. “Beliau cocok (digandeng) siapa saja, karena dia memang salah satu yang bagus track nya,” ujarnya.

Pertanyaannya apakah Jendral Polisi Tito Karnavian bersedia dicalonkan jadi wakil presiden? Mengingat dulu pernah beliau merencanakan akan memgambil pensiun dini. Rencananyo Tito akan berkiprah di dunia pendidikan. Mengabdi ke almamaternya di Nangyang Technological University di Singapura. Sabab di Singapura profesi guru atau dosen lebih tinggi penghargaan orang dibanding ka profesi lain.

Pensiun dini itu tidak terkait dengan besarnya beban tugas atau ingin terjun ke dunia politik.

“Saya seorang Kapolri jendral bintang empat. Apa yang saya sampaikan disini dilihat oleh media saya tidak akan berbohong, itu yang saya sampaikan tidak ada tekanan itu natural. Dan sama apakah bapak akan lari ke politik? Saya tidak tertarik pada politik.” katanya dalam acara dengar pendapat saat ditanya salah seorang anggota DPR RI.

Terkait janji Kapolri pensiun dini dan diapungkannya nama Jendral Polisi Tito Karnavian sebagai calon wakil presiden kita lihat saja nanti. Apakah kata kata Jendral ini yang sudah diucapkannya itu benar benar emas? Atau sama aja dengan ucapan kebanyakan para politisi di negeri ini. Tunggu dan lihat saja nanti.(Yuharzi Yunus)