Kivlan Zen Dulu Dukung Prabowo Kini Pindah Ke Gatot

.

.

PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH.–
Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen yang selama ini kerap membela Ketum Gerindra Prabowo Subianto, kini mengatakan, “Kalau dia (Prabowo) mau melawan Jokowi, saya perkirakan sekarang dia kalah, sudah,” ucapnya kepada kumparan. “Makanya, saya nggak dukung Prabowo lagi, karena Prabowo yaa perkiraan saya kalahlah dari segi jaringan. Percuma dong dia mencalonkan diri untuk kemudian kalah. Malu, toh?” imbuh Kivlan.
Berikut ini cuplikan kicauan Kivlan Zein:

Setelah Jokowi jadi presiden, jaringan dia hebat–jaringan pembiayaan, jaringan mekanisme pengawasan. Semua sudah dia kendalikan.


Jokowi kan sudah pegang kekuasaan. Dulu (saja) dia belum megang kekuasaan, dia sudah bisa memenangi (pilpres). Nyatanya dia bisa memenangi pertempuran dan menjadi seorang presiden.

Sekarang dia sudah pegang jaringan. Semua jaringan–jaringan keuangan, jaringan informasi, jaringan kekuasaan. Paling tidak, dia akan bisa gunakan dan kerahkan itu untuk memenangkan pertempuran.

Prabowo sudah nggak pegang kekuasaan, nggak pegang jaringan keuangan. Jaringan-jaringan lainnya seperti jaringan pendukung juga sudah pergi, ingin (calon) yang fresh. Dan yang fresh itu ya Gatot. Kalau Prabowo beri kesempatan sama Gatot, bagus.

Gatot itu finansialnya cukup, cukup besar. Dari letnan juga sudah bisnis dia. Dari letnan dua dia sudah bisnis dengan Tommy Winata, jadi itu uang sendiri, bukan uang haram, bukan uang taipan.


Jaringan keuangannya, dulu dia kerja sama dengan Gelael, Tommy Soeharto, Cendana, Tommy Winata. Saya tahu tuh.

Bayangkan saja uangnya, tapi itu nggak bisa diekspose, toh. Belum lagi perkawanannya sama Tommy Winata dan taipan lain. Bukan hanya dengan yang nonpribumi. Sama pribumi juga banyak.

Belum lagi jaringan-jaringan ekonomi karena pertemanannya. Jadi untuk soal ekonomi, nggak usah diragukan, bisa dia. Soal biaya (capres), dia jelas mampu.


Makanya, saya nggak dukung Prabowo lagi, karena Prabowo yaa perkiraan saya kalahlah
dari segi jaringan. Percuma dong dia mencalonkan diri untuk kemudian kalah. Malu, toh?
Dia nggak punya modal lagi. Dia punya bisnis, dari adiknya, sudah dipotong, sudah diambil. Bisnis minyak sudah dipotong. Semua bisnis dia sudah dipotong sama grupnya Jokowi.

Siapa pegang kekuasaan, dia pegang uang. Siapa pegang kekuasaan, dia pegang ekonomi. Di mana-mana begitu permainan di dunia.

Kalau pendapat saya, sebaiknya Prabowo mandito sajalah. Saya sebagai sahabat dan senior, saya sudah berjuang untuk dia sejak dia belum jadi taruna, sejak dia masih sipil, saya ambil dia sebagai adik asuh waktu taruna. Sampai berjuang melawan Benny Moerdani, saya berdua sama dia; melawan Luhut, saya berdua sama dia.


Saya tahu kemampuan dia. Dia bagus, tapi untuk saat ini pendapat saya, sudahlah mandito saja sebagai kingmaker.

Bukan saya musuhan sama Prabowo, tapi kita carilah yang fresh dan siap tanding. Ini sudah banyak dukungan buat Pak Gatot.

Ya nggak pa-palah tiga (capres). Biar saja Gatot (maju) juga, Prabowo iya, Jokowi iya. Supaya pecah suara. Kalau tidak, nanti satu putaran saja, kalah Prabowo. Bikin dua putaranlah, gitu.

(Kumparan