Debat Ketiga Calon Gubenur Sulawesi Selatan, Jangan Asal Bunyi

.

Pilarbangsanews.com. Makassar – Debat publik ke-3 merupakan putaran yang menentukan bagi kandidat untuk dapat merebut hati dan pikiran rakyat orang Sulsel. Setelah dua kali diadakan, Abdul Rivai Ras menganggap kandidat belum maksimal meyakinkan masyarakat Sulsel sebagai bagian dari pendidikan politik.

Bagaimana tidak, menurut Bro Rivai sapaan akrab Abdul Rivai Ras, sudah dua kali diselenggarakannya debat publik nampak belum bisa menggiring pikiran pemirsa untuk memastikan pilihannya kelak.

“Sejauh ini para kandidat belum mengoptimalkan mementum debat secara baik sebagai sarana untuk mendongkrak elektabilitas dari eksitensi masing masing kandidat”, ungkap Founder BRORIVAI Center, Abdul Rivai Ras (8/5/2018).

Nampaknya, Lanjut Bro Rivai menganggap para kandidat gubernur belum menjiwai penuh pentingnya debat secara politik dan bagaimana memanfaatkan debat ini sebagai modal untuk meyakinkan publik bahwa mereka menguasai dan paham tentang persoalan pembangunan di Sulsel.

“Debat publik itu adalah media “strategic communication” yang dapat merubah persepsi masyarakat yang tadinya sudah menentukan pilihan kembali me-review pilihannya, terlebih bila pilihannya masih mengambang dan belum menentukan sama sekali” Tandas Bro Rivai yang hingga kini masih konsisten peduli dengan dinamika kepemimpinan di Sulsel.

Tokoh Nasional Sulsel ini berpendapat bahwa debat publik adalah silogisme yang tersusun dari proposisi-proposisi yang bermutu yang seharusnya disampaikan secara argumentatif, realistik dan rasional. Bahkan diperlukan taktik retorika yang impresif untuk dapat menggiring opini dalam meraih keunggulan dalam debat tersebut.

“Debat publik kali ini merupakan ukuran bagi para kandidat dalam hal integritas personal, kenegerawanan (statecraft) yang mereka miliki, serta komitmennya dalam menopang keamaman dan kesejahteraan” jelas Pengajar Kajian Ketahanan Nasional UI ini.

Terakhir, tokoh sulsel yang kini berkiprah di nasional berharap para kandidat membahas isu-isu startegis, bukan isu murahan.

“Karena itu, seyogyanya para kandidat patut mendalami tema yang akan diangkat yakni mengenai kearifan lokal dan ideologi bangsa, jangan hanya berkutik diseputar isu murahan, spontan asal bunyi, saling mencari kekurangan, mengandung permusuhan isu lain yang mengundang perpecahan antar sesama, sehingga diharapkan para kandidat mampu mengartikulasikan pentingnya nilai-nilai kebangsaan versus budaya lokal dalam persatuan dan respon terhadap isu korupsi, narkoba, dan kekerasan versus keamanan dalam berbangsa dan bernegara sebagai dasar dalam mengarahkan sulawesi selatan 5 tahun kedepan” Tutupnya.

Sekedar informasi, debat putaran ketiga akan dilaksanakan pada hari Rabu 9 Mei 2018 dan akan ditayangkan oleh TVRI bekerjasama KPU Sulsel.(dyt)