Wagub Sumbar Nasrul Abit Wakil Gubenur Yang Cepat Tanggap

Kodak Yuharzi Yunus bersama cucu.

PILARBANGSANEWS. COM. BATANG KAPEH,–

Saya senang banget (bahasa Minang senang banget itu kata orang Jakarta ; Sanang Bana). Senang bangat membaca berita pak Wagub Sumbar Nasrul Abit singgah dirumah tak layak huni saat beliau pulang kampung menemui ibundanya, sanak famili beliau di Air Haji. Beliau juga seorang Datuak dalam suku Panai di Korong kampungnya. Hari ke 3 lebaraan beliau pulang bersama istri beliau ke Air Haji setelah menerima tamu (Open House) di rumah wakil gubernur.

Kenapa senang banget? Mungkin begitu diantara pembaca ingin tahu kenapa saya Sanang Bana.

Senang karena pak Wagub meskipun kini tidak lagi jadi Wabup 1 x priode dan Bupati Pessel dua kali priode di Pesisir Selatan, namun beliau masih menyempatkan diri singgah di rumah tak layak huni milik salah seorang warga Pesisir Selatan yang sebagaimana diketahui 2 tahun yang lalu beliau pimpin, kini tidak karena sejak beliau berhasil bersama Irwan Prayitno memenangkan Pilkada Gubernur Sumbar beliau pindah berkantor di kantor wakil Gubernur Sumbar di Padang. Itu yang pertama.

Yang kedua rasa Sanang Bana saya, beliau ternyata tidak hanya singgah tapi sempat menjanjikan akan mengontak OPD terkait untuk membedah rumah warga yang beliau singgahi. Karena si empunya rumah mengeluhkan, bahwa dia sering didatangi oleh panitia pendata rumah. Sampai foto foto dan bikin Vidio (mungkin) tapi yang namanya bantuan tak kunjung datang.

Apa komentar pak Wagub Nasrul Abit sehubungan pendataan rumah tersebut?

Bekirut saya kutip pernyataan pak Wagub seperti yang diberitakan media ini;

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela sela itu menyampaikan, memang kondisi rumah ini sangat memprihatinkan. Saya kurang tau juga tentang pihak-pihak yang datang mendata itu, namun belum ada realisasinya.

Menurutnya, pihak yang datang sebagai orang yang ditugaskan untuk mendata rumah masyarakat yang tergolong kurang mampu, seharusnya memperkenalkan identitas diri, dan berikan pemahaman yang baik kepada masyarakat kurang mampu ini.

Kita minta Wali Nagari setempat untuk memperhatikan masyarakatnya dengan baik. Jika ada bantuan untuk keluarga yang kurang mampu, supaya diberikan kepada yang benar-benar berhak, tanpa ada pilih mempertimbangkan orang dekat atau tidak.

Untuk keluarga ini, akan saya cuba sampaikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bagaimana nantinya untuk rumah yang saya datangi sekarang, supaya dapat bantu.

Demikian berita terkait singgahnya pak Wagub di rumah warga di Lansano Taratak Pessel seperti yang telah kami tayangkan di Pilarbangsanews.com.

Tapi ada yang membuat saya menjadi kurang paham dengan pernyataan pak wagub, pada alinia terakhir beliau akan mencoba sampaikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bagaimana nanti rumah yang beliau datangi ini bisa dibantu…

Jika nanti pak Wagub tidak lupa menyampaikan ke OPD yang beliau maksud maka beruntunglah si pemilik rumah yang tak layak huni itu segera rumahnya diganti dengan rumah yang layak huni.

Tapi kalau lupa tentu, si Sudirman tuan rumah akan mengupat (mengeluh) terus.

Sebelum saya tutup tulisan ini, sebenarnya saya ingin tahu ke OPD mana akan beliau sampaikan kondisi rumah Sudirman? OPD Provinsi atau ke OPD kabupaten?

Kalau ke OPD Provinsi Sumbar beliau sampaikan untuk membedah Rumah Sudiman itu, takutnya warga miskin yang memiliki rumah tak layak huni dengan kondisi lebih parah dari rumah yang beliau singgahi itu barangkali masih banyak di Sumbar. Kalau mereka tahu pasti mereka akan maupek (meratapi nasib sambil mengeluh)

Sebagai wakil gubernur beliau seharusnya tidak hanya memperhatikan Pesisir Selatan, tetapi beliau cukup fokus Sumbar secara keseluruhan.

Jika pak Wagub Sumbar hanya cepat tanggap untuk orang kampung beliau saja, saya sebagai orang Pessel pertama (biarlah seorang diri tanpa didukung oleh yang lain) mengatakan tidak setuju dengan sikap pak Wagub itu. Pasalnya beliau bukan lagi Bupati Pesisir Selatan, beliau adalah seorang Wakil Gubenur, beliau harus memikirkan provinsi ini secara keseluruhan. Beliau memang berasal dari Pessel tapi kini sudah menjadi milik orang Sumbar. Kalau masih kampung halaman centris, maka wali Nagari yang pilih pilih kasih membagikan bantuan mestinya tak perlu diingatkan apalagi disalahkan. Pak Wagub saja seperti itu apalagi kami, kata mereka..

Lantas kalau OPD Pesisir Selatan yang akan beliau kontak, mungkin juga tidak mungkin bisa diperhatiin, karena di Pesisir Selatan itu ada 6000-an rumah tak layak huni yang harus dipikirkan oleh Pemda Pesisir Selatan.

Sebanyak 6000-an rumah tak layak huni itu mustahil muncul tiba tiba selama 3 tahun terakhir, tapi sudah ada beberapa tahun sebelumnya, bahkan ada diantara warga Pessel yang baralek baminantu di rumah tak layak huni itu, karena anaknya yang lahir di rumah terebut telah mendapat junjuangan (suami) kalau anak tersebut seorang wanita.

Trus bagaimana solusinya… Pak Wagub saya kira pasti beliau akan arif memaknai tulisan saya ini.

O Yo kita masih berada di bulan Syawal… Salamat rayo kapado pembaca dan Pak Wagub bersama keluarga, maaf lahie Jo batin..

Sekian…

(Yuharzi Yunus)