Keluarga Bocah Sauqi Penderita Pembengkakan Otak Binggung Tak Bisa Bayar Biaya Rumah Sakit Rp 11 juta

PADANG, PILARBANGSANEWS. COM,– Sauqi Putra Dylan seorang balita berumur 3th, penderita penyakit pembengkakan otak, telah dirawat diinstalasi HCU RSUP M Jamil Padang. Kini orang tuanya bingung, karena harus membayar tagihan rekening selama 4 hari dirawat sebesar Rp 11 juta.

Ayah Sauqi bernama Hasdy dan terutama nenek bocah ini bernama Eli Darni (48 th) warga Nagari Lubuak Alai, Kecamatan kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, yang telah merawat Sauqi sejak 18 bulan ditinggal ibunya meninggal dunia, kini pasrah dan menyerahkan nasib sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Ayah maupun nenek Sauqi, tidak mampu membayar yang Rp 11 juta tunggakan rekening rumah sakit, sementara BPJS tidak ada/ belum berlaku

Bocah Sauqi terdeteksi dan divonis menderita penyakit pembekalan otak, bermula dari sebulan yang lalu Sauqi demam tinggi dan mengeluhkan sakit di persendian kaki.

Kemudian dibawa ke klinik dokter anak, dokter mendiagnosa Sauqi demam rematik.

Saat itu dokter memberi obat untuk satu minggu makan.

Setelah 1 minggu minum obat, perut Sauqi kelihatan membesar, kembali chek up ke klinik dokter dan diberi obat lagi 1 minggu makan. 8 hari yang lalu sauqi kembali panas tinggi dan dirujuk ke rumah sakit Adnan WD. Namun diperjalanan Sauqi kejang dan tidang sadarkan diri.

Oleh dokter Rumah Sakit Adnan WD, Sauqi dirujuk ke RSUP M.jamil Padang.

Kami sudah mendaftarkan BPJS namun baru bisa dibayar tanggal 30 juli 2018 -15 agustus 2018. Terpaksa kami pakai status umum untuk dirawat di ruang HCU anak M.Jamil.

Kata dokter, penyakit yang diderita Sauqi ada peradangan di otak, (curiga dokter maningitis /kangker otak) dan sudah 3 hari dalam keadaan koma.

Untuk menggunakan BPJS Sauqi harus keluar dulu dari rumah sakit (agar status umum bisa diganti menjadi BPJS.) demikian prosedur (peraturan di rumah sakit ).

Namun keadaan Sauqi koma dan tidak memungkinkan untuk mencabut peralatan medis karena akibatnya bisa fatal. Namun untuk terus dirawat dengan status umum kami tidak punya biaya, untuk itu kami mohon bantuan dana agar Sauqi bisa terus dirawat dirumah sakit sampai dia sadar. Dan bisa keluar untuk mengganti status ke BPJS.

Hari Sabtu malam Minggu (28/7) salah seorang pengurus HILMI FPI Sumbar datang membezuk Sauqi dan memberikan bantuan ala kadarnya.

Kemudian Minggu, Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal, juga membesuk Sauqi, tak berapa lama berselang datang membesuk Bupati 50 Kota, Irfendi Arbi, bapak bapak ini telah memberikan bantuan tapi belum cukup untuk menutup biaya pelunasan tunggakan rekening biaya rumah sakit sebesar Rp 11 juta itu.

Mari bantu anak surga yang tengah berjuang melawan penyakitnya.. Anak yang tak punya ibu, koma karena pembengkakan diotak.. Sangat membutuhkan uluran tangan kita donasi dana dan doa dari kita semua… Bagi yang inginberdonasi silahkan kirim ke

7382*01*000046*50*2
Bri Yusri andesra
No yg bisa di hub:

An Kiki Ayunda 082386805353. (It)