Sauqi Masih Terbaring Koma Bantuan Mengalir, BPJS Tunggu Jawaban Direktur RSUP M Jamil

PADANG, PILARBANGSANEWS. COM
“Pak berita bapak kurang tepat, kami sudah dapat bantuan dari PT Garuda Sebasar Rp 10 Juta. Batuan dari PT Garuda itu diantarkan oleh pak Kabiro Humas Pemprov Sumbar. Pak Jasman Rizal namanya,” kata Kiki Ayunda etek (Tante) dari Sauqi Putra Dylan seorang balita berumur 3th, penderita penyakit pembengkakan otak, yang kini tengah dirawat diinstalasi HCU RSUP M Jamil Padang.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, Sauqi Putra Dylan balita yang ibunya meninggal saat usianya 18 bulan itu, kini dirawat di IGD RSUP M Jamil Padang.

Sejak ibunya meninggal Sauqi tinggal bersama neneknya, beberapa waktu yang lalu Sauqi sakit dan berbuat dengan seorang dokter praktek dikampungnya. Singkat cerita Sauqi dirujuk ke Padang.

Saat masuk ke RSUP M Jamil Padang, Suaqi tidak memiliki BPJS. Karena merasa tak mampu untuk biaya rumah sakit, Nenek balita ini mengurus BPJS dan kini sudah aktif. Namun masih belum bisa digunakan karena jika digunakan pasien harus keluar dulu.

Setelah keluar baru masuk lagi begitu prosedurnya di RSUP DR M Jamil Padang.

Dilema bagi keluarga Sauqi, kalau keluar Sauqi sedang koma, kalau tidak keluar biaya akan bertambah.

Selama 4 hari dirawat total biaya Rp 11 juta. Awalnya keluarga tak mampu tapi setelah mengalir bantuan dari Direktur PT Garuda Padang, dari FPI Sumbar, keluarga pasien sanggup membayar uang yang Rp 11 juta itu.

Lantas berita Pilarbangsanews.com yang salah menurut KIKI Ayunda, terkait bantuan. Kami sudah dapat bantuan pak, tapi didalam berita bapak tidak cantumkan ada bantuan itu, nanti kami dikira orang yang tak pandai berterima kasih pak,” ujar Kiki lewat pesan WhatsAppnya.

“Okey Kiki, nanti dibetulkan,” jawab Redaktur Pelaksana Pilarbangsanews.com Yuharzi Yunus.

Baca Juga;

Keluarga Bocah Sauqi Penderita Pembengkakan Otak Binggung Tak Bisa Bayar Biaya Rumah Sakit Rp 11 juta

Tunggu Jawaban Direktur.

Kami mencoba mengontak Direktur RSUP Dr M Jamil Padang, apakah benar peraturan rumah sakit pemerintah ini begitu ketatnya?

“Pak Dir…., mohon izin saya tanya pak Dir,” begitu cara kami mendapatkan informasi kepada Direktur RSUP Dr M Jamil Padang, DR.dr.Yusirwan Yusuf,SpB.SpBA.MARS.

Tak lama kemudian DR dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA MARS, membalas ; W.s. Maaf pak ambo lagi mimpin rapat.. silahkan via wa saja ya.

Informasi dan keluhan dari keluarga pasien sudah kami sampaikan kepada DR dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA MARS.

Sementara berita ini kami kami tayangkan, kami masih menunggu bagaimana keputusan Direktur RSUP terkait wajibnya pasien keluar dulu baru BPJS bisa berlaku seperti masalah yang dihadapi oleh keluarga balita Sauqi .

Sebagai bahan pertimbangan bagi Pak Direktur RSUP M Jamil Padang, kami telah minta informasi kepada salah seorang direktur RSUP disalah satu kota provinsi.

Apa jawabnya? Kalau kami tidak akan memberlakukan aturan seketat itu, apalagi kasus penyakit pasiennya, tidak memungkinkan untuk keluar dulu baru kemudian masuk lagi.

(*)