Ads 2

Lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Menyentuh Hati Petugas Pengawal Aksi

Deli Serdang, PILARBANGSANEWS.COM – Alunan suara nyanyian dari sebuah lagu ” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ” begitu terasa menyentuh, bahkan yang melantunkan nyanyian tersebut yang terdiri dari ratusan guru honor baik yang K2 maupun Non K2 berasal dari Sekolah Dasar Negeri maupun Sekolah Menegah Negeri Di Deliserdang tanpa mereka sadari telah menetes air mata kepedihan pada saat mereka menyampaikan Aspirasinya, bahkan petugas yang mengawal jalannya aksi dari Polres Deli Serdang sebahagian ada yang matanya berkaca-kaca ikut merasakan pahitnya perjuangan guru honorer di depan Kantor Bupati Deli Serdang pada hari Jumat (28/09/18) sekitar pukul 10.00 Wib, tentang keberadaan nasib mereka yang semakin lama semakin tidak jelas akibat janji janji pemerintah dan ditambah lagi dengan UU ASN No.5 Tahun 2014 serta Pengumuman/ Surat Edaran dari Bupati Deli Serdang No. 813/3231 tentang Kebutuhan Pegawai ASN Pemkab Deli Serdang, yang dikeluarkan pada tanggal 18 September 2018 yang menyatakan Pengangkatan CPNS batas usia maksimal 35 tahun untuk umum dan untuk Honorer K2 yang diperbolehkan ikut tes CPNS batas usia maksimal 35 tahun per tanggal 01 Agustus 2018.

Dalam pertemuan dengan pihak Pemkab Deli Serdang diminta 10 orang perwakilan dari para unjuk rasa diantaranya Sdr. Yusuf, Ponijan, Thoyib, koordinator Provinsi dan diterima oleh dari BKD diwakili oleh Syarul (humas), Faisal Kadis Pariwisata dan PLT Kadis Pendidikan Hj. Miska Gewa yang pada intinya hasil pertemuan tersebut bahwa Guru honorer tetap akan diperhatikan, guru honorer K2 yang lolos untuk ikut tes CPNS hanya 34 orang berdasarkan batas usia 35 thn, mengenai intimidasi tidak ada itu, intimidasi/menakut nakuti melalui KUPT maupun Kepala Sekolah bagi peserta aksi (guru honorer) akan dipecat, tidak bener itu itu ucap Miska Gewa, bahkan diharap melalui para guru honorer ini bisa mengupayakan melalui DPRD TK II agar BOSDA bisa terealisasi seperti di provinsi Sumatera Utara, pungkasnya prihatin.

Selanjutnya aksi unjuk rasa beranjak menuju Kantor DPRD TK II DS dan disambut oleh Kabag. Humas dan protokol humas Buyung Hsb dan mereka mengatakan bahwa Anggota Dewan lagi Dinas keluar kota yakni ke Jakarta dan Bangka Belitung dan ada yang reses, dalam pertemuan tersebut dari pihak Guru honorer
hanya bisa menyampaikan aspirasinya minta DPRD TK II menolak penerimaan CPNS, diminta agar 1.700 orang guru honorer diangkat PNS tanpa tes, merevisi UU ASN no 5 Tahun 2014, agar disampaikan bahwa sudah belasan tahun kami mengabdi dengan gaji ratusan ribu tiba tiba mau dibuang begitu saja dimana hati nurani pemimpin negeri ini, dan pihak Humas berjanji akan menyampaikan ke Dewan komisi D dan A tentang aspirasi ini dan akan disegerakan RDP nya.(Ezl)
.