Pilarbangsanews.com (Dharmasraya)- Ternyata hayalan demi hayalan saja di dapat masyarakat luas, khususnya warga Kabupaten Dharmasraya hingga detik ini, sebab menurut target sebuah jembatan sungai batang hari menghubungan Nagari Sungai Dareh dengan Nagari Pulau Punjung, yang di dambakan warga Dharmasraya bagus dan megah telah rampung pada Bulan Juni 2017 lalu, nyatanya nihil (tidak selesai dikerjakan).

Salah seorang warga Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya bernama Al (39), mengatakan kekecewaan besar terhadap pembangunan jembatan sungai batang hari tersebut yang mana hingga saat ini belum selesai juga.

Dengan alasan, jikalau rampung jembatan sungai batang hari sesuai dengan waktunya kemaren, betapa bangganya Kabupaten Dharmasraya dan tepat waktunya dengan momen para perantau yang mudik, sudah dipastikan singgah dan berfoto-foto di jembatan tersebut untuk dijadikan kenangan di rantau nantinya melewati Kabupaten Dharmasraya, dan juga sudah di pastikan setidaknya orang yang singgah pasti berbelanja seminim-minimnya satu botol Aqua, itu sudah menjadi kemasukan oleh warga Dharmasraya.

“Andaikan selesai kemaren pembangunan jembatan sungai batang hari menjadi momen tepat arus balik mudik oleh warga Dharmasraya untuk berjualan kemaren, terutama pada ibu-ibu yang mau berjualan minuman di sana itukan sudah kemasukan uang oleh warga Dharmasraya, tapi semua itu hanyala dalam mimpi,”cerita Al ke media ini di lapangan Rabu (12/7).

Menelusuri tentang itu, media ini langsung menghubung pengawas lapangan proyek bernama Johan, via telp, yang di percaya oleh pihak PT. Cahaya Tunggal Abadi (CTA), proyek jembatan sungai batang hari Dharmasraya dengan menggunakan dana APBN di bawah Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, PPK 13 Pelaksanaan Preservasi dan Peningkatan Kapasitas Jalan dan Jembatan Nasional Dharmasraya dan sekitarnya dengan No Kontrak KU.08.08KTR02PPK-13-PJN.II/X/2015. Dengan nilai kontrak sebesar Rp67.804.756.000,-ini, yang berdasarkan tanggal kontrak 30 Oktober 2015 dengan masa pelaksanaan 420 hari kalender(14 bulan)mengalami perubahan.” Perubahan ini terjadi karena adanya Revisi Desain Jembatan yaitu perubahan bentuk pondasi yang awalnya dari sistem IGEDER ke sistem BOX yang lebih kuat untuk menjaga kwalitas dan ketahanan jembatan, karena jembatan ini merupakan jembatan khusus yang telah dikaji ulang melalui Komisi Jembatan.

Katanya, jembatan ini baru turun oleh Komisi Jembatan pada tanggal 16 Maret 2016 dan baru bisa menjalin kerjasama kontrak dengan Perusahaan Baja dan Pondasi Berdikari yang merupakan perusahaan terbaik spesialis di bidangnya.

Permasalahan yang menghambat pelaksanaan kerja pada proyek ini juga terjadi pada Pembebasan lahan masyarakat diluar ROW (daerah milik jalan ), yang hingga saat ini belum klir, dan pengerjaan proyek jembatan ini, dengan adanya Revisi Desain dan permasalahan di lapangan tersebut PT CTA mendapat tambahan waktu pengerjaan 5,5 bulan dari masa kontrak sebelumnya dan juga mendapat tambahan anggaran dana sebesar 10% dari nilai kontrak sebelumnya.
“Kita serius dalam pengerjaan proyek pembangunan jembatan ini dan bekerja siang malam, namun karena banyak masalah dilapangan, yakni lahan masyarakat, juga bahan baku terlambat yang di datangan luar Indonesia/barang impor”kata Johan.

Meskipun demikian kata Johan lagi,  pihak saat ini akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jembatan tersebut, namun masih menununggu kedatangan pekerja dari pulau jawa dan lainnya.

” Memang saat ini pekerjaan belum jalan, dan kami saat ini masih menunggu para pekerja dulu,”ungkap Johan.

Dari pantauan awak media ini, pembangunan jembatan tersebut telah terpasang semua Balok Pra Cetak Beton, dan akan dilanjutkan pemasangan besi-besi dan lainnya, namun terlihat jelas puluhan Balok Cetak terletak berjejer di dekat pembangunan jembatan sungai batang hari itu dengan ukuran sangat besar, itu sudah jelas telah menghambat kelancaran pekerjaan, dengan alasan armada pengangkut bahan tidak akan bisa masuk sampai ke lokasi pembangunan jembatan.

Ternyata, dari investigasi wartawan puluhan Balok Pra Cetak itu, akan di bawa ke Pesisir Selatan Sumbar, untuk pembangunan jembatan, dengan pembuatan cetak di lokasi Pembangunan Sungai Batang Hari Dharmasraya.
Mirisnya, pihak PT CTA dalam pembuatan Balok Pra Cetak tersebut yang akan di bawa ke Pesisir Selatan, tidak ada memberitahukan ke Pemkab Dharmasraya untuk perizinan pemakaian tempat sementara.

” Kami sudah mintak izin ke pihak P.U Dharmasraya pemakaian tempat pembuatan Balok Pra Cetak itu, ” jawab Johan ke awak media ini, saat di hubungi lewat telp genggamnya.

Sementara, Kepala P.U Dharmasraya Ir. Junaedi Yunus, di ruangannya ke wartawan mengatakan, sangat kecewa pembangunan jembatan sungai batang hari oleh pihak PT. CTA hingga saat ini tidak kunjung rampung sedangkan masa pengerjaannya sudah habis.

Kata Junaedi, alasan keterlambatan pihak PT. CTA itu tidak tepat, bicara permasalahan lahan masyarakat itu semua sudah selesai oleh pemkab dharmasraya dulu-dulu harinya,”lahan masyarakat sudah selesai gak ada masaala lagi,”ujarnya.

Selain itu, tentang pembuatan Balok Pracetak yang du gunakan untuk pembuatan jembatan selain di Dharmasraya, sama sekali pihak PT tidak ada mintak izin penempatan ke Pemkab Dharmasraya terutama ke PU,”meskipun itu proyek besar dari dana APBN seharusnya pihak PT lapor dulula sama kami segala hal yang akan di buatnya, ini tidak ada,”kesal Junaedi.

Sekarang, sudah barang tentu telah merugikan Kabupaten Dharmasraya dari pembangunan yang tidak tepat waktunya, dan melanjutkan pembangunan Jembatan tersebut itu di tenderkan lagi dalam anggaran tahun depan,”dark waktu itu sudah rugi Kabupaten Dharmasraya menunggu satu tahun lagi dalam pekerjaan pembangunan jembatan itu,”ujarnya.

Sementara, jelas Junaedi, katanya pihak PT saat ini terus lakukan pekerjaan itu percuma karena waktunya sudah habis,” Apa yang di kerjakan lagi waktunya sudah habis dan di tenderkan lagi, “cetusnya.

Lanjut, harapan sangat dalam pengerjaan pembangunan jembatan sungai batang hari kedepannya PT lain yang sungguh-sungguh mengerjakan jangan sampai terulang lagi seperti PT CTA ini, pungkas Kadis PU Dharmasraya Junaesi Yunus. ( Rjl/D)

By Pilar