Pilarbangsa.com.Painan. -Kegiatan PKK itu kalau ingin dikerjakan seluruhnya, kata Lisda Rawdha, mungkin “tak takao di badan”, karena memang banyak sekali. Mulai dari pasangan menikah, mengandung (hamil), melahirkan, sandang dan papannya (rumahnya) sampai meninggal dunia pun masih bisa PKK mengambil peran disana.
” Kalau ada yang mengatakan program DMD (Dusanak Membantu Dusanak) sebuah program ikut menunjang program Pemda Pessel melakukan Bedah Rumah itu bukan urusan PKK, tanda yang bilang itu belum banyak paham dengan fungsi PKK itu sendiri,” kata Lisda satu kali dalam sebuah pertemuan.
Kenapa bisa muncul istilah “buk Bupati cari cari karajo”. Salah satu jawabannya, karena memang banyak yang tidak tahu dengan 10 program PKK itu.
” Ambo tak akan ambiak pusiang kalau ado yang berkomentar miring semacam itu, yang penting ambo berbuat membantu suami bagaimana supaya Pessel Maju. Doakan kesehatan dan komitmen ambo jan sampai luntur yo dusanak sadonyo,” begitu mungkin yang ingin diharapkan Lisda kepada warga Pesisir Selatan nan ketek Ndak ka disabuikkan Namo, dab nan gadang Ndak ka baimbaukan gala.” 
Kerja banyak tapi belum memiliki kator Sekretariat untuk menyusun dan mengendalikan program. Bagaimana mungkin bisa?
Ada sebuah bangunan milik Pemda Pesisir Selatan terletak di pantai Carocok Painan. Bangunan itu tidak dipakai, dulunya direncakan diperuntukkan bagi pedagang. Karena tempat itu kosong Lisda bicara dengan Kabag Yang mengatur asset Pemda. Atas persetujuan Bupati, tempat itu akan dijadikan kantor sekretariat PKK Pessel.
“Perlu renovasi sikit ya?”
“Tentu donk,”
Ya gak apa apa minta aja ke Kadinas Pariwisata untuk menyisihkan sedikit dana membiayai renovasi tempat itu. Agar staf yang berkantor disana akan terasa lebih nyaman sambil melihat indahnya pulau Cingkuak dan Batu Kareta.

“Senin yang lalu ambo telah meninjau tampat yang akan direnovasi itu bersama pengurus dan kepala PU dan OPD terkait, kata Lisda (LR/yy)

By Pilar