Ini adalah pesan Ketua TP-PKK Pessel. Lisda Rawdha untuk Bundo Wani seorang warga Pessel yang berada di Padang. 

Bundo Weni memberikan komentarnya pada status Fadel Havana terkait Fadel dengan komunitas nya memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.

Kata Bundo Weni, tolong diberikan info jika nanti turun lagi memberikan bantuan mana tau, kalau ada rezeki Bundo bisa membantu. 

Komentar Bundo Weni disambut oleh Lisda Rawdha, ini jawabannya;

Bundo Wani assalamu’alaikum wr wb bundo, Trimakasih atas perhatian dan niat tulus yang pastinya sudah dicatat oleh Allah berupa amalan kebaikan bagi ibu. 

Program Dinsanak Mambantu Dunsanak kita lakukan berkelanjutan sesuai dengan dengan kebutuhan masyarakat dan juga donasi dari pada donatur..

Jadi bantuan bisa kapan saja diserahkan pada gerakan Dunsanak Mambantu Dunsanak (DMD), bisa melalui Fadeel Mandeh Havana. Berapapun bentuk kepedulian kita semua InsyaaAllah akan meringankan beban Dunsanak kita yang membutuhkan. Trimakasih banyak BU

Bundo Wani Painan, Rakyat Sumbar. Berbagai bentuk kisah derita warga yang dimuat Rakyat Sumbar dua pekan terakhir, Ternyata mendapat perhatian serius  dari Ketua TP- PKK Pesisir Selatan.  Dalam waktu dekat, Lisda Hendrajoni akan turun kelapangan dan memberikan membantuan bagi kaum miskin tersebut.

Seperti Nosipa Eno Rusma (22 thn) warga kampung Cerocok Tarusan yang  menderita lumpuh akibat kerapuhan tulang. Akan diberikan Lisda sebuah korsi roda serta Ahda Syukri (44 thn) sang guru mengaji yang lumpuh akibat jatuh dari pohon sekitar 15 tahun lalu. Namun bantuan tersebut belum bisa di berikan kepada yang bersangkutan, lantaran barang tersebut sudah habis.

Begitu juga bantuan terhadap nacib miris yang di lalui Nofrizal (40 thn) si pengerajin dan penjual sapu lidi yang sekeluarga buta aksara dan tinggal di sebuah rumah tak layak huni di Kampung Koto Anau Kenagarian Batu Hampar Selatan. Nasib yang menimpa keluarga malang ini membuat Lisda Henyuh dan mengucapkan Subhanallah serta terima kasih atas informasi ini.

Bahkan potret buram atas kehidupan yang dijalani Destimayenti (32 thn) warga Tambang Kenagarian Ampang Pulai yang terbit di Rakyat Sumbar Senin (17/7) ini. Janda malang yang tinggal bersama di rumah tak layak huni dengan penuh nestapa hidup tersebut, tampaknya semakin. memiriskan hati seorang Lisda Rawdha. Bahkan dia ingin segera mendatangi rumah yang bersangkutan, apalagi satu diantara 4 orang anak Desti adalah anak yatim berumur 2 tahun yang selalu kedinginan tidur di gubuk reot tak layak huni tersebut lantaran saat ini tidak berada di Painan.

Lisda Rawdha  berterima kasih atas semua informasi tentang berbagai sisi kehidupan masyarakat yang butuh bantuan, khususnya yang dimuat Di Rakyat Sumbar, Baik penderita cacat, sakit serta yang tinggal di rumah tak layak huni. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama.

” Saya sangat miris saat membaca berita ini Pak. Saya ingin sekali segera mendatangi mereka, tapi tidak bisa, karena sekarang saya sedang berada di luar daerah. Insya Allah awal Agustus saya sudah berada di Painan dan akan medatangi rumah mereka masing masing. Khusu bagi yang membutuhkan korsi roda, saya.minta mereka bersabar, karena sekarang soknya habis. Bila barangnya sudah datang, pasti saya kasih, kasihan kita Pak?” jelas Lisda   (Sil)

Poton Lisda Rawdha.

By Pilar