Pagi ini terbangun aku dari tidurku, Kulihat mentari menyinari sudut kiri sisi rumahku. 

Walau sedikit tertati tati ku coba meraih tongkat kaki aluminium sebagai pengganti ayunan langkah kaki kiriku, yg sakit saat jatuh dari motor. 

Ku ayunkan langkah dengan bantuan tongkat kaki menuju sinar mentari. 

Duduk aku dipojok ruangan diatas bangku panjang yang terbuat dari bambu. 

Sambil duduk, ku jemur kaki kiri yang sedikit bengkak pada bagian tempurung lutut yang terhempas pada kerasnya aspal beberapa hari lalu. 

Sedikit demi sedikit, ku rasakan hawa panas mentari pagi, menusuk kulit kakiku memanasi tempurung lutut yg sekali sekali berdenyut ngilu. 

Dengan tatapan mata  yang jauh kedepan sambil memandang pohon kelapa yang berdiri tegak dan kokoh terbesit lamunan panjang yang menyentuh naluri sanubariku. 

Lamunan itu mengajakku tuk merenungi betapa besar karunia Ilahi. Terbesit makna bagaimana sang kuasa jadikan mentari pagi sebagai obat penguat tulang dengan kandungan sinar ortavioletnya. 

Dalam lamunan,menatap aku pada rerumputan yang tersiram embun pagi sebelum sedikit demi sedikit mulai mengering diterpa mentari pagi. 

Terpikir olehku, lewat taburan embun pagi pada rerumputan konon katanya juga bisa sebagai penyembuh sakit yang ku rasa saat ini. 

Dalam diam termenung, ku coba meresapi sebuah arti akan kebesaran ilahi, sambil menatap panjang pada rerumputan liar yang tumbuh memenuhi bumi, semakin terpikir olehku akar, batang, daun, bunga dan buah pada tumbuhan juga tercipta untuk sebagai obat bagi manusia. 

Tersadar aku dari lamunan panjang akan hakikat apa yang diciptakan Tuhan diatas bumi ini, tak ada yang sia sia dijadikanNYA. 

#daklebay#

#belajarnulis#

#maklummanuangsorang#

By Pilar