Pilarbangsanews.com.Bukittinggi – Sejumlah prestasi dibidang kesehatan kembali diraih Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, kali ini melalui Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Propinsi Sumatera Barat tahun 2017.

Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 440-642-2017 tertanggal 10 Juli 2017 menetapkan mereka yang berprestasi tersebut, Zuraida Hafni meraih Juara I sebagai Tenaga Gizi Tingkat Sumatera Barat dan Ega Diana sebagai juara III sebagai Tenaga Keperawatan Tingkat Sumatera Barat, kedua mereka yang berprestasi tersebut berasal dari Puskesmas Rasimah Ahmad Tengah Sawah Bukittinggi.   

Sebagai  juara I Tingkat Sumbar, Zuraida Hafni berhak mewakili Propinsi Sumatera Barat dan mengikuti serangkaian kegiatan kenegaraan serta mengikuti Upacara Bendera pada HUT Proklamasi Kemerdekaan Repubik Indonesia yang ke 72 di Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2017 mendatang bersama dengan tenaga kesehatan berprestasi lainnya di 34 provinsi di Indonesia.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, memberikan apresiasi atas prestasi gemilang yang diraih tenaga kesehatan kota Bukittinggi dan mengucapkan selamat serta turut merasa bangga atas prestasi yang ditoreh oleh kedua tenaga kesehatan tersebut. Hal itu disampaikan ketika menerima kedua tenaga kesehatan berprestasi tersebut dan sekaligus melepas Tenaga Gizi Zuraida Afni yang akan berangkat ke Jakarta didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Yandra Very dan Kepala Puskesmas Rasimah Ahmad Vera Mayasari di kantor Balaikota Bukittinggi, Senin (24/7). 

“saya sangat senang, untuk itu teruslah berinovasi dan tingatkan kinerja serta selalu berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, Jangan lupa dijaga nama baik Sumatera Barat khususnya Bukittnggi,” ujar Walikota Ramlan.

Sementara itu kepala Puskesmas Rasimah Ahmad Vera Mayasari mengatakan, Keikutsertaan kedua tenaga kesehatan tersebut pada lomba Tingkat Sumatera Barat sebelumnya telah memperoleh nilai terbaik untuk Tingkat Kota Bukittinggi. Zuraida Afni dinilai terbaik oleh Tim provinsi karena inovasinya dalam melakukan praktek ASI ekslusif dan Makanan Pendamping ASI pada 14 Posyandu dari 23 Posyandu yang ada di kawasan Puskesmas Rasimah Ahmad, sedangkan Ega Diana berinovasi dengan menciptakan Klinik HIV dengan nama Klinik WiFi yang merupakan singkatan dari Wajib lapor, IMS (Infeksi Menuar Seksual), Fisiti  dan Integrasi. Dengan demikian klinik Wifi ini diintegrasikan dengan gizi, apoteker dan labor dll. Dengan klinik ini diharapkan pasien HIV tersebut merasa ada kepedulian dari semua sektor, jelas Vera. (ylm)
 

By Pilar