Pilarbangsanews.com. Batang Kapeh,-  Sudah satu setengah tahun lebih irigasi Jalamu Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan bobol. Dulupun pernah dijanjikan akan segera direhabilitasi saat Narsul Abit kampanye utnuk memenangkan Pilkada sebagai Wagub Sumbar. Namun sampai sekarang irigasi itu masih belum kunjung jua direhabilitasi.

“Kita masih berharap Pak Nasrul Abit ingat dengan. Janjinya itu. Kalaupun lupa semoga dengan berita ini, pak NA  ingat bahwa dia pernah melontarkan janjinya,” demikian harapan Ketua LPMN (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagari), Robi Putra Tama S.Psi mengungkapkan kepada Pilarbangsanews.com di Batang Kapeh, Minggu (5/8).

Irigasi yang rusak itu kini tentu tidak berfungsi dengan baik. Namun untung saja saat warga turun ke sawah musim hujan datang sehingga irigasi walupun tidak berfungsi lahan sawah  masyarakat petani di Nagari IV Koto Hilie terjamin kesediaan air lahan sawah mereka.

Irigasi Batang Jalamu itu, dapat mengairi 500 Ha lahan pertanian warga IV Koto Hilie, setahun lalu bobol akibat dihondoh air Batang Jalamu meluap.

“Sejak bobol setahun lebih yang lalu, sampai saat sekarang masih belum direhab. Sebelum nya irigasi setengah tehnis itu pernah mengalami beberapa kali bobol, tapi begitu bobol direhab segera oleh pemerintah lewat dana APBD TK I Sumbar,” kata Robi.

Saat ini para pemilik lahan sawah di IV Koto sedang turun kesawah. Agar petani tidak kekurangan air, pemerintah Nagari IV Koto Hilir mengadakan Goro hari ini Minggu (5/8).

Goro siang tadi digerakkan oleh waligari bersama Ketua LPMN IV Koto Hilir, ikut dalam. Goro itu sekitar 30 warga setempat.

Bendungan iritasi yang bobol ditanggulangi dengan cara mengisi karung karung plastik dengan sortukil lalu ditaruh diatas bendungan yang bobol tadi.

“Jika hari hujan dan sungai meluap pastilah usaha ini akan sia sia sebab sirtukil yang dimasukkan kedalam karung plastik tidak akan mampu menahan debit air sungai Batang Jalamu itu.” ujar Marzan seorang tokoh masyarakat di Pasar Kuok. (RHM)

By Pilar