Sijunjung, Pilar Anggota – Anggota Kelompok Tani (Keltan) Bersatu Anak Nagari Jorong Kalapo Kota Nagari Padang Sibusuk Kecamatan kupitan tampak sumringah

 

Betapa tidak, usaha budidaya jeruk jenis Jeruk Siam Gunung Omeh yang mereka tanam di kawasan perbukitan Jorong Kapalo Koto  dilahan seluas 5 hektar sejak 2.7 tahun lalu telah memperoleh hasil yang cukup mengembirakan.

Tak heran pada panen perdana perdana ini, Keltan Bersatu Anak Nagari ini mengundang Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy, Kepala Dinas Pertanian Sijunjung, Ronaldi, peneliti jeruk BPTP Sumbar, Camat Kupitan, unsur forkopimca, Wali Nagari Padang Sibusuk dan undangan lainnya.

“Alhamdulillah, Jeruk Siam Gunung Omeh yang kami tanam mulai menghasilkan,” kata Ketua Keltan Bersatu Anak Nagari, Harfizon pada acara Fielday Panen Jeruk, di Jorong Kapalo Koto Nagari Padang Sibusuk, Selasa (8/8).

Ia menyebutkan, tanaman jeruk yang mulai panen tersebut ditanam pada kisaran tahun 2014 lalu.Selama mengeluti usaha budidaya jeruk siam gunung omeh ini menghadapi tantangan.

Selain hama, sambung Harfizon, anggota kelompokpun banyak yang berganti.Namun itu tidak menyurutkan langkah anggota Keltan Bersatu Anak Nagari untuk terus membudidayakan jeruk siam gunung omeh.

Atas upayanya membudidayakan jeruk, kini Keltan Bersatu Anak Nagari telah memperoleh hasil yang cukup mengembirakan.” Alhamdulillah, semoga panen perdana ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi anggota Keltan,” tutur Harfizon.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ronaldi menyebutkan, fielday panen jeruk ini merupakan kegiatan rutin bagi jajaran Dinas Pertanian dalam upaya membangun komunikasi dan sekaligus membicarakan persoalan dengan kelompok tani.

“ Fielday ini dalam upaya membangun komunikasi dan membahas persoalan yang dihadapi petani.Kelompok yang berhasil akan dijadikan percontohan bagi kelompok lain,” ucap mantan Kepala BP4KKP Kabupaten Sijunjung.

Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy mengapresiasi keseriusan Keltan Bersatu Anak Nagari dalam membudidayakan jeruk siam gunung omeh di kawasan perbukitan Jorong Kapalo Koto Nagari Kupitan.

“2,7 tahun itu bukan waktu yang singkat.Apalagi harus menghadapi serangan hama seperti kera” ucap Arrival Boy.
Pemkab Sijunjung sendiri, kata Arrival Boy, siap mendorong pengembangan hilirisasi jeruk hingga menjadi berbagai jenis minuman.Namun itu, lanjut dia, perlu duduk bersama dengan OPD terkait.

Ia berharap, usaha budidaya jeruk yang digeluti Keltan Bersatu Anak Nagari menjadi motovasi bagi kelompok lain, baik dalam usaha budidaya jeruk, karet maupun tanaman holtikultura lainnya.

“Semoga usaha yang dilakukan keltan ini menjadi motivasi bagi kelompok lainnya,” ucapnya. (Rjl/hms)

By Pilar