Pilarbangasanews
.com. Batang Kapeh,-  Pesrianti sebagai Trainning Coordinator ASB (Arbeiter Samariter Bund)  mengatakan,  kesalahan fatal yang terjadi selama ini adalah, masyarakat memilih lari ketika terjadi gempa. Padahal itu bukan solusi yang bijak. 

Dikhawatirkan reruntuhan bangunan akan menimpa mereka pada saat berusaha mencari jalan keluar.

“Pada dasarnya ada beberapa hal yang harus dilakukan saat gempa, yakni segera lakukan 3B (Berlutut, Berlindung, Bertahan). Itu sesuai dengan standar internasional, beber Pesrianti saat membrikan penyuluhan terkait gempa di Taluak Kasai, Selasa (7/8).

Setelah gempa berakhir segera keluar rumah, bangunan atau tempat-tempat yang sekiranya bisa mengurung kita maka  perlu menggunakan prinsip BBMK (jangan berlari, jangan berisik, jangan mendorong dan jangan Kembali).

Ipes menambahkan ada hal penting juga yang harus diperhatikan dan dipahami sebelum terjadi gempa yaitu TRA (Tata Ruang Aman).

Sementara itu Kepala kampung Teluk Kasai, Andra Usmanedi mengapresiasi kegiatan yang di laksanakan ASB dalam rangka penguatan kapasitas pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan ketangguhan masyarakat. program ini tentu saja dapat mendukung capaian program desa tangguh Bencana dari Pemerintah Indonesia. 
Andra berharap hasil capaian yang diharap pada kegiatan ini, agar dapat memperkuat kapasitas Tim PB kampung dalam rangka pengurangan Risiko Bencana, khusuanya tindakan penyelamatan diri ketika terjadi Bencana, tersedianya peta evakuasi dan lengkap dengan KK kampung. 
Terakhir masyarakat mempunyai kemampuan bisa menerapkan teknik TRA, 3B, dan BBMK.(Andra)

By Pilar