PILARBANGASANEWS.COM.

Baru 36 jam  menghirup udara dunia, cucu ambo malam tadi dioperasi oleh tim dokter disalah satu rumah sakit swasta di Pakanbaru.

Cucu ambo terdeteksi menginadap Hidrosefalus,  penyumbatan dibagaian kepala,  saat usia kehamilannya 34 Minggu.


Dokter ahli kandungan menganjurkan si baby dikeluarkan secepatnya. Cucu ambo dioperasi Cessio (Cesar) saat usia kehamilan 36 Minggu.
Alhamdulillah si baby cewek mungil ini diberi fisik yang kuat oleh Allah SWT, dia dikeluarkan dari kehamilan ibunya pada usia kehamilan 36. Biasanya bayi bayi yang belum cukup bulan dimasukan kedalam inkubator, tapi si cewek cantik bermata sipit kondisi fisiknya sangat prima.

Dokter Ahli bedah syaraf memberikan advisnya dua pilihan , mau dioperasi segera atau dibiarkan. 

Kalau dibiarkan kepala sibaby kian hari bertambah besar karena sirkulasi air menumpuk di kepala dan sangat mengganggu terhadap perkembangan pertumbuhan  otaknya. Jika ditunda operasinya beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian dimana kondisi kepala sudah membesar, kepala yang membesar itu sulit untuk kempes seperti kepala anak anak  normal.

Sementara kalau dioperasi harus dipasangkan slang khusus dari otak lewat BY Pass ke ginjal untuk melancarkan sirkulasi air yang tersumbat tadi.

Kedua duannya pilihan tersebut memiliki resiko yang berat. Tapi tidak tertutup kemungkinan berhasil selamat. Kata dokter banyak pasiennya yang berhasil dan malah sudah ada yang duduk di bangku sekolah normal. Bukan sekolah luar biasa.

Kami kedua belah pihak anak dan pihak keluarga  menantu sepakat untuk menyerahkan persoalan pelik ini kepada  dokter.

Kita hanya mampu berusaha, usahan itu  kami serahkan sepenuhnya kepada tim dokter, namun keputusan tetap kami tunggu dari Yang Kuasa Memiliki Keputusan dan Kekuasaan. ALLAH SWT.. 

Alhamdulillah semalam sehabis operasi ambo dan papa menantu ambo dipanggil mewakili ayah si baby, masuk kamar OK (operasi). Kebetulan si ayah muda ada keperluan sehingga meninggalkan ruang tunggu pintu kamar operasi itu.
Begitu saya memasuki ruangan operasi,  dokter manatap ambo, dada ambo berdebar debar.

“Bagaimana pak dokter,” tanya ambo.

Sebelum dokter ahli bedah syaraf itu  menjawab tanya ambo, dia tersenyum. Nampak jelas pada raut wajahnya cerah dan gembira.

“Cucu bapak sudah selesai menjalin operasi, sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruangan ICU,” kata dokter ahli  paruh baya itu menjelaskan.

“Alhamdulillahirobill’alamin,” ujar saya sembari  menjulurkan tangan, saya minta bersalaman dengan sang dokter. 

Setelah tangan sipintar itu ambo raih, ambo tarik kearah ambo, ambo ingin mencium tangan itu, aku berpikir lewat  tangan pintar pemiliknya ini cucu ambo berkurang penderitaannya.

“Pak jangan pak, jangan dicium pulak tangan saya, bapak lebih tua dari saya.” kata sang dokter.

“Benar, saya lebih tua, tapi saya mencium tangan orang orang memiliki keahlian. Keahliannya itu jauh lebih tua dari umur saya. Keahliannya itulah yang saat ini saya cium.” kata ambo pada pak dokter ahli itu.

“Okey lah pak,” katanya.
Tak lupa ambo mengucapkan  terima  kasih kepada seluruh tim Dokter karena mereka telah berhasil melakukan tindakan operatif terhdap anggota baru kami. Ambo keluar setelah siayah yang dipanggil tadi masuk ke ruang OK.

Diluar telah menunggu “anak daro” ambo, ibu martua dari anak serta saudara yang lain. Kami saling berangkulan melampiaskan ras gembira. 
Kami gembira cucu, anak, ponakan kami telah berhasil melewati satu tahap tindakan medis  yang mau tidak mau harus dijalaninya.

Kini kepala cucu ambo mulai mengempes, wajah cantiknya mulai kelihatan,  Matanya sipit. Mirip baby Jepang atau Korea.
Harapan kami tentu dia bisa tumbuh normal nanti, seadainyo ambo nanti sakit terbaring, kalau dia mau membantu menukar pempers ambo, syukur. Tapi jika dia gak mau karena jijik ya tidak apa apa. Ambo tak akan berkecil hati. Yang penting bagi ambo dia bisa melihat dan melepas kepergian ambo nanti menghadap Allah Yang Maha Pencipta..
Aamiin YRA.
Yuharzi Yunus St Pahlawan

By Pilar