Dharmasraya, Pilar Bangsa News – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya kembali unjuk gigi, ribuan petani Kabupaten Dharmasraya menghadiri acara sosialisai teknis budidaya padi Inpago dan Jagung Hibrida di lahan Sawah Kering Sabtu (12/8).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kepala BPT Sumatera Barat, Para camat dan Wali Nagari, Kepala BP3K dan para penyuluh serta ribuan petani dan gapoktan ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua KTNA Kabupaten Dharmasraya Taridi saat dikonfirmasi mengaku bahwa kegiatan yang dilakukan Dinas Pertanian ini, bentuk kepedulian dari Pemerintah dalam mengatasi persoalan yang dihadapi oleh para petani.

“Dinas Pertanian selalu hadir ditengah-tengah petani, dan mampu membaca setiap persoalan yang dihadapi petani. Petani selalu merasa ada dan diperhatikan oleh pemerintah,”jelasnya.

Dikatakan mantan Wali Nagari Koto Baru ini, para petani yang ada di Dharmasraya siap bersama pemerintah untuk  bersinergi dan mewujudkan Dharmasraya sebagai lumbung pangan seperti yang diharapkan oleh Bupati Dharmasraya saat membuka acara sosialisasi teknis budi daya padi Inpago dan Jagung Hibrida.

“Ribuan petani hadir dalam acara tersebut, disamping itu para petani yang bergabung di Gapoktan juga telah bertekad bersama Distan untuk terus bersinergi dan bahu membahu dalam mengembangkan pertanian di Bumi Cati Nan Tigo Kabupaten Dharmasraya,”tandasnya.

Senada dengan itu, Petani Dharmasraya Sukamto saat diminta keterangan mengaku bahwa saat ini, pemerintah selalu hadir dan menjadi tempat bertanya bagi para petani yang ada di Dharmasraya.

“Jajaran penyuluh yang ada, telah aktif untuk berkomunikasi bersama petani. Kita selalu diperhatikan, bahkan bantuan dari pusat selalu mengalir untuk para petani,”tegasnya.

Dikatakan Sukamto, itu tidak terlepas dari peran serta dari pimpinan dari Dinas Pertanian yang selalu turun kebawah dan menyaksikan langsung apa yang dihadapi oleh para petani sehingga semua penyuluh bergerak untuk membantu petani.

“Kita akan selalu siap bersama Dinas Pertanian untuk bersinergi dan tentunya untuk mewujudkan dan mensukseskan semua program dari Dinas Pertanian dan Pemerintah daerah. Kita siap untuk mewujudkan Dharmasraya sebagai lumbung pangan untuk Sumatera Barat,”tandasnya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska TuankU Kerajaan dalam sambutannya  menyampaikan, salah satu agenda pembangunan Kabupaten Dharmasraya saat ini adalah membangun ekonomi yang tangguh dan kesejahteraan masyarakat melalui pembagunan pertanian berbasis kawasan dan komoditi unggulan.

Maka dari itu, sambungnya, untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanian, pertanian Dharmasraya telah didukung dengan sarana dan prasarana pertanian (alat dan mesin pertanian/alsintan).

“Pada tahun 2017 sekarang ini daerah kita mendapatkan alokasi alsintan sebanyak 357 unit, ini naik 300 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kita harap ini betul-betul dapat  memacu peningkatan produktivitas dan indeks pertanian di daerah kita,” harap bupati.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Darisman, menjelaskan, di kalangan masyarakat padi inpago lebih dikenal dengan sebutan padi ladang.

 Menurutnya, seiring perkembangan, padi jenis ini mampu panen dalam waktu yang lebih singkat.

“Dulu, padi ini masa tanamnya mencapai enam bulan. Tapi sekarang hanya membutuhkan waktu 115 hari, sudah siap panen,” pungkasnya. ( Rjl/MS )

By Pilar