PILARBANGSANEWS.COM.PAINAN,-

Bak kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, agaknya tamsil itu pas untuk menggambarkan kegigihan jajaran Dikbud Pessel mencari donasi untuk membiayai program bedah rumah di daerah ini.

Program bedah rumah muncul setelah beberapa bulan Hendrajoni menjabat sebagai  Bupati Pessel. Dia menggagas program itu setelah mendapat data bahwa di Pessel ada 6000 rumah tak layak huni, tatepi masih dimanfaatkan sebagai tempat berteduh oleh 6000 KK.

Kondisi rumah yang tak layak huni ini selain sempit juga sumpek tanpa ventilasi yang memadai. Kondisi yang tidak layak itu, sempit tanpa pembatas ruangan ini sangat tidak bagus bagi perkembangan jiwa anak anak apalagi saat mereka berada pada usia pubertas.

Berbekal celengan yang ditaruh diruang depan kelas, para siswa dengan sukarela mamasukkan  kembalian uang jajan kedalam celengan. Setelah terkumpul banyak celengen itu dibuka,  kemudian didonasikan untuk membiayai program beda rumah.

Infak itu tentu dilandasi keikhlasan sianak, tidak ada tekanan apalagi paksaan dari siapapun kepada para murid murid, karena itu betul-betul sumbangan suka rela dari unsur sekolah, murid-murid, para guru, kepala sekolah bahkan juga ada diantara yang mengisi celengan itu  orangtua murid atau siapapun yang tergerak hatinya.

Setelah celengan itu penuh dibuka dan dihitung bersama sama.  Sebanyak  450 sekolah baik SD maupun SMP se-Pessel itu, setelah dikalkulasika  jumlahnya mencapai angka Rp. 165.000.000,- (seratus enam puluh lima juta rupiah).

Jumlah yang cukup fantastis bukan? Itulah buat dari kebersamaan. Jangan kan manusia semutpun bisa memindahkan sebuah gunung, berkat kebersamaan warga semut itu.

Senin pagi yang lalu, uang celengan itu, oleh Kepala  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Drs H Zulkifli diserahkan kepada Ketua TP-PKK Pessel, Lisda Rawdha.

Acara penyerahan dilaksanakan dalam acara Apel Senin, Kadinas Pendidikan menyerahkan hasil celengen itu dihadapan Bupati Hendrajoni dan wakil Bupati Drs Rusma Yul Anwar disaksikan ratusan peserta apel Senin, kepada Ketua TP PKK Pessel, Lisda Rawdha III, selaku koordinator program DMD (Dusanak Membantu Dusnak). Program ini sangat singkron  dengan 10 program PKK, salah satunya pemberdayaan keluarga.




“Tentu, sinergitas yang lebih luas, agar merealisasikan program bedah rumah untuk 6000 KK miskin itu tidak hanya diandalkan dari para murid murid kita,   donasi dari perantau dan masyarakat secara luas  mendonasi kelebihan hartanya bagi program ini sangat kami harapkan,” ujar Lisda Rawdha.(Humas)

By Pilar