Foto kiri ayah Zalika saat umur 4 bulan, kanan Zalika umur 14 hari 



PILARBANGSANEWS.COM.PAKANBARU (30/8),-

Aku pikir perut Zalika yang sedikit membesar dan kelihatan urat uratnya sesuatu hal yang tidak wajar dan membuat diriku cemas. Kucoba menghubungi perawat rumah sakit tempat si debay dirawat. 

“Mungkin itu karena kebanyakan netek kali  kak. Coba dikurangi pemberian ASInya,” kata perawat saat kuhubungi.

Kemaren malam Kak Miza ( istri dari bang Shahum Uda dari suamiku) menelpon. Kata kak Miza, Aura disaat Neonatal juga mengalami hal yang sama dengan adiknya Zalika.

“Dulu aura perutnya juga kelihatan agak busia (membesar) dan kelihatan urat uratnya. Kakak juga takut melihatnya. Tapi itu tidak berarti bahwa  si baby sedang  mengalami kelainan.” ujar kak Miza menjelaskan. 

Seperti yang ku tulis dalam postingan terdahulu, Zalika kalau malam suka bangun dan menangis, dia baru berhenti menangis kalau  dipeluk, kata perawat itu tandanya Zalika sudah tahu rasa tangan (rasa dipeluk dan digendong).

Kebanyakan baby memang begitu, begadang malam hari siangnya tidur. Hal ini membuat aku dan suami bergantian bangun dan tidur untuk memeluk Zalika biar dia tidak menangis.

Salama dua malam ini, Zalika sudah mulai berkurang rewelnya, masa tidurpun sudah mulai agak lama. Kalaupun dia bangun sudah tidak minta dipeluk dan gendong lagi, dielus elus sebentar dia sudah diam dan tidur lagi.

Tangis Zalika akan terdengar keras jika pempersnya basah atau habis beol. Selain itu Zalika akan menangis saat merasa kesulitan menghisap nenen. Dia ingin buru buru jika terasa sedikit yang berhasil disedotnya, si baby menangis.

Mengatasi hal ini terpaksa aku mencoba memerah ASI lalu kemudian dimasukkan kedalam botol komping untuk diberikan  kepada Zalika.

Sepertinya Zalika  ini  orang yang tak sabaran dalam bahasa daerah disebut “parabo” (temperamental). Aduh jangan nak. Ntar bunda takut, kataku dalam hati.

Memang Zalika akan menangis keras saat mandi, saat menukar pempers dan disaat netek ASI.  Sebelum siap pempersnya diganti, si gadis bermata sipit ini akan menangis terus seperti ada sesuatu yang sakit dirasakan.

Aku tidak tahu, apakah ada hubungan menangis ini dengan sifat pemarah? Maksudnya,  baby yang suka menangis keras ini nanti jika besar akan jadi seorang sensitif dan temperamental kah dia?

Rasanya belum ada para ahli pedagogik yang melakukan penelitian terkait masalah penangis dan pemarah ini. Namun kata papa martuaku orang penangis itu beda tipis dengan orang pemarah yakni sama sama sensitif dan memiliki sifat tidak sabaran.

Mudah mudahan saja putri pertama kami ini tumbuh sebagai wanita yang penyabar.  Kami berharap dia kelak bisa sebagai wanita yang tahan kuat menghadapi semua cobaan. 
Agar harapan kami bisa menjadi kenyataan selain berdoa, nama Zalika itu menurut bahasa Arab Mesir adalah Keluarga Baik Baik, dalam bahasa Indonesia mengandung arti Mulia, Dari Bahasa Afrika-Amerika artinya bangsawan. 
Keinginan boleh tinggi tapi keputusan tetap ditangan Allah SWT.
Aamiin Aamiin YRA..
(Tutri Reski Nadya)

Ditulih dek opa

By Pilar