Pilarbangsanews.com 

Malam ini Selasa (5/9) ada sesuatu kepuasan batin dan rasa bangga tersendiri ambo rasakan. Pasalnya,  salah seorang  bekas murid ambo  di SPG Painan dulu kini yang bersangkutan  telah jadi jadi Wakil Dekan 1 FBS  UNP (Fakultas Bahasa Sastra, Universitas Negeri Padang). Tidak hanya itu bahkan sang murid kini sudah bergelar Profesor, sebuah gelar tertinggi pada  civitas akademika sebuah perguruan tinggi dan  tak ada lagi setelah itu.

Siapa dia?

Dia adalah Prof Dr Ermanto S.Pd, M.Hum, lahir di Tuik Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, pada tanggal 12 Februari 1969.

Awalnya ambo tak menyangka orang yang nge add ambo di Facebook malam tadi bergelar profesor. Waktu  ambo lihat ada beberpa orang yang nge-add, ambo  ingin cuekin saja,  sebab Ambo kini sudah mulai agak  hati hati untuk konfirmasi teman Facebook yang baru. Habis akun Facebook ambo di hacker terus, sudah 8 kali ambo buat akun baru karena ulah tuan Hacker  ini. Tapi setelah ambo lihat data datanya dari Painan, maka ambo akhirnya konfirmasi teman baru Facebook ambo itu yang memiliki nama Ermanto Tolantang.

“Bapak terima kasih sudah konfirmasi pertemanan kita pak.  Ananda alumni  SPG Painan, seangkatan dengan Ahmad Kusnadi,” tulis teman baru ambo itu lewat aplikasi messenger. Ahmad Kusnadi siswa SPG Painan yang populer seangkatan Ermanto, dia cerdas dan pandai bergaul sesama teman dikelas. Sekarang Ahmad entah dimana saya tidak pernah lagi mendengar berita terkait siswa ambo yang berasal dari Lunang Silaut itu.

“Maaf ya Nto Bapak lupa,”

“Ya tak apa apa bapak, memamg sudah lama kita tidak bertemu.”

“Sekarang Ermanto di UNP pasti  jadi dosen?”

“Alhamdulillah benar bapak?”

Awalnya Ermanto agak malu malu menjawab tanya ambo, terkait gelar dan jabatannya di UNP. Tapi ambo yakin setidaknya mantan murid ambo yang santun ini telah menyelesaikan pendidikan program Doktornya.

“Alhamdulillah  Pak,  alah loh Prof. Sajak Mei 2010 Pak dan kini sadang WD (wakil dekan) 1 untuak periode ka-2 pak,  lah jalan 6 th jadi WD 1 Pak,” tulis Ermanto suami dari Nofrisda,  S.Pd. Istri dari sang profesor ternyata juga murid ambo seangkatan dengannya.

Berbagai pertanyaan ambo ajukan kepada sang profesor, terutama menyangkut dengan dunianya di Perguruan Tinggi UNP itu. Setelah ambo tahu dia adalah Professor ambo panggil dia dengan sapaan prof.

“Bapak,  panggil Manto saja Pak. Ambo anak bapak, panggilan  prof itu panggilan saya di kampus. Bapak tak boleh ikut ikutan sebab bapak adalah guru saya,”  ujar ayah dari 3 anak ini.

Anak sang profesor 3 orang,   sisulung bernama Agom Pertama DN kuliah di Teknik Geologi UPN Yogyakarta,  kedua Geraldine Dwitiya siswa di SMA Labor UNP,  si bungsu Gindan Permata siswi  SMPN 12 Padang.
Sang profesor semasa kuliah memiliki hoby menulis puisi, ratusan puisinya telah dipublis di harian Haluan Padang. Dia adalah salah seorang anak asuh Papa Marzuki Saria budayawan Sumbar yang juga mantan wartawan Haluan Padang.

“Prof kirimkan ambo curriculum vite prof ya.”

“Iya pak nanti saya kirim.” katanya.

Ambo lihat terlalu panjang kalau kurikulum vite  mantan murid  ambo ini, jika di tulis satu persatu,  tapi biarkan ambo pilih beberapa judul dari sekian banyak judul penelitian yang pernah dia lakukan, diantaranya  berjudul ; “Karakteristik tulisan jurnalistik dalam Surat Kabar Harian Kompas.”  Kemudian pada tahun 2012 lalu dia melakukan kajian Tindak Tanduk Etnis Minang dan Tionghoa (cina) di Kota Padang; Upaya Penciptaan Saling Paham Untuk Pencegahan Komplikasi dan Dis integrasi Bangsa. 
Demikianlah sang Profesor nan santun ini membuat ambo bangga padanya. Sukses untuk MU Ananda, jika mungkin jadi Rektor UNP dia kelak. (YY)

 

By Pilar