Pilarbangsanews.com.

Sekitar menit yang lalu “anak daro”  ku ( baca istri  saya), bervidio call dengan menantunya. Ingin melihat kondisi Zalika,  seharian kemaren kami tak mendapat berita bagaimana keadaan si pemilik mata sipit itu.

Saat bervidio call itu ambo mencoba untuk mendongakkan wajah ke kamara. Ambo melihat Zalika sedang digendong bundanya. Ambo lihat di viedo call itu  nampak kening (jidat)nya sedikit mengkilat kilat. Ambo coba memperhatikan dengan seksama. “Apa itu gak bertambah besar kepala Zalika, Is?” kata ambo bertanya kepada si anak daro.

“Ntahlah, bagaimana itu, nampak agak batambah. Tapi Ndak ah…, itu mungkin karena  shooting fokusnya ke arah kepala,” kata istri ambo.

Tak puas dengan jawaban anak daro  dari diatas, saya coba mengirim pesan kepada bunda Zalika.  
“Tut…,  ada gak meteran kain. Kalau ada coba ukur lingkaran kepala Zalika sekarang berapa?” 

“Kenapa papa? Kalau besar lingkaran kepala Zalika sudah diukur saat di bawa ceking kesehatan dirumah sakit pada hari Senin (4/9) ,  besar lingkarannya 36 Cm,” jawab Tutri.

Sejak Zalika lahiran, sampai dia keluar rumah sakit sehabis dioperasi Hidrosefalus, ambo tidak tahu berapa besar normal lingkaran kepala seorang baby. Untuk mengetahui ambo mencoba minta tolong pada ayah Gaek Geogel mencari lewat bantuan internet. 

Dari hasil pencarian ayah Gaek Geogel, diperoleh data: pada  bayi baru lahir (0 bulan) : ukuran lingkar kepala normal adalah 34 – 35 cm. Pada bayi usia 0 – 3 bulan : akan terjadi penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 2 cm per bulannya. Pada bayi usia 4 – 6 bulan : akan bertambah 1 cm per bulannya.

Pada bayi usia 6 – 12 bulan : ukuran lingkar kepala akan bertambah 0,5 cm per bulan.

Dari tabel diatas, diketahui besar kepala Zalika masih dalam keadaan normal, tidak terjadi penambahan besar yang begitu cepat. Besar kepala Zalika saat ini seusai dengan besar normal kepala bayi berumur 0-2 bulan. Itu artinya pemasangan slang untuk melancarkan sirkulasi air ke kepala Zalika benar benar berhasil.

Sebab jika perkembangan besar kepala melebihi  tebel diatas, maka sudah dipastikan  si baby menderita kelainan pada batok kepalanya. Bisa jadi akibat Hidrosefalus atau lain sebab.

Walupun begitu ambo menyuruh Tutri (bundanya Zalika) untuk membeli meteran kain untuk mengukur setiap 3 hari sekali besar lingkaran Zalika. Ini dilakukan  sebagai deteksi dini apakah slang yang dicantolkan ke kepala Zalika masih berfungsi dengan baik.

Saat ambo berkomunikasi lewat chatingan WhatsApp dengan bundanya Zalika diinformasikannya bahwa Zalika agak parabo (suka marah), diekspresikannya dalam bentuk menangis. 

Dia berhenti menangis  biasanya kalau sudah dikasih susu jika pengen mimik, diganti popok (pempers) kalau habis BAB ataupun pipis. 

By Pilar