Pilarbangsanews.com.Padang,- Banjir yang melanda beberapa wilayah Kota Padang telah mengakibatkan  seorang pria nama Diditbotela Pataruko (27th) sampai saat ini belum diketahui nasibnya sedang seorang lagi, bocah bernama Muhamamad Iqbal (5 th) dirawat  Rumah Sakit Semen Padang.


Didit 27 tahun pegawai honorer PDAM Kota Padang itu beralamat di Tunggul Hitam Padang, sampai berita ini ditayangkan  belum ditemukan.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Wartawan Pilarbangsanews.com, Defri Andi Patopang,  siang tadi Didit, saat hujan lebat dan dan air banjir sudah mulai membasar, Didit kelihatan  mengumpulkan kayu kayu yang berserakan akibat  banjir di rumahnya. Namun tiba tiba Didit hilang diseret banjir.

Tim SAR Kota Padang dan  dibantu warga mencoba mencari dengan cara menelusuri  arah hanyut Didit, namun korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian terhadap korban terpaksa dihentukan mengingat hari sudah malam. Pencarian Roni akan dilanjutkan siang besok.

Sementara itu, Mohammad Iqbal bocah berumur 5 tahun tinggal bersama orang tuanya di  Perumahan Sungai Sapih, villa Idaman Regensi itu terpaksa si rawat si RS Semen Padang.

Iqbal awalnya  mandi mandi ditengah hujan lebat, tapi entah kenapa dia kecebur kedalam parit. Beruntung saat Iqbal kecebur cepat  diketahui orang tuanya, sehingga dapat diselamatkan. 

Iqbal tak sadarkan diri, dia segara dilarikan ke Rumah Sakit Semen Padang untuk mendapat perawatan. Sampai berita ini ditulis dilaporkan Iqbal masih terbaring lemah di ruangan perawatan RS Semen Padang yang terletak di jalan Di by pas Pisang KM 17.

Wartawan Pilarbangsanews.com melaporkan,  banjir  sudah mulai menyusut. Namun di beberapa ruas kota Padang masih tergenang air dan mengakibatkan terjadinya kemacetan total. seperti jln Aru dan Lubuk Begalung, sama sekali kendaraan yang melintas tidak bisa melewati jalan tersebut. 

Kendaraan yang mencoba menerobos banjir banyak yang mati mesin dan ini menambah kemacetan arus lalu lintas.
Di daerah Alai, Gunung Pangilun serta Siteba, juga telah terjadi banjir, di akibatkan debit air curah hujan siang tadi yang cukup lebat. 

Untuk sementara pantauan kami hujan masih tetap menguyur kita padang.  BMKG Sumbar meramal kan cuaca ekstrem ini akan terjadi pada 3 hari  ke depan.  Kepada seluruh warga Padang untuk tetap waspada, kalau kalau datanganya banjir yang lebih besar.(DAP)

By Pilar