PILARBANGSANEWS.COM.BUKITTINGGI,-

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bertempat di rumah dinas Walikota menerima 9 (sembilan) orang Tim Surveior Akreditasi Puskesmas yang akan melakukan Akreditasi pada tiga puskesmas di Kota Bukittinggi dalam jamuan makan malam, Jumat (15/9).

Masing – masing puskesmas tersebut yakni, Puskesman Mandiangin, Puskesmas Nilam Sari dan Puskesmas Gulai Bancah. Pada kesempatan tersebut juga hadir Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Asisten pada Sekretariat Daerah, Ka. SKPD, Ketua Dharma Wanita, Camat dan Lurah di masing – masing Puskesmas serta Pegawai dari jajaran ketiga Puskesmas tersebut.

Sebagaimana diungkapkan oleh Dr. T. Marwan Nusri, MPH yang mewakili Tim, bahwa akreditasi ini merupakan Pengakuan terhadap Puskesmas yangdiberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan setelah dinilai bahwa puskesmas itu memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.
Dengan demikian akreditasi ini sebenarnya sebuah proses untuk bagaimana meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, ujar Marwan.

Disamping itu Marwan juga mengatakan bahwa unit pelayanan itu bukan hanya bisa memuaskan pasien tetapi juga owner atau pemiliknya.

“kepuasan pelayanan itu tidak hanya pada pasien tetapi Walikota sebagai pemilik juga puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pegawai Puskesmas. Tugas kami disini hanya memotret sebuah snapshot, akan diberikan kepada Tim Akreditasi Kementerian Kesehatan di Jakarta dan mereka yang akan memutuskan hasilnya. Mudah- mudahan apa yang kita lakukan disini akan menghasilkan hasil yang baik nantinya,” ungkap Marwan.

Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias, SH mengucapkan terima kasih atas kedatangan Tim yang berasal dari berbagai daerah tersebut. Ramlan juga mengatakan dari 7 Puskesmas, tahun lalu telah diakreditasi 2 puskesmas yakni Puskesmas Guguk Panjang dengan akreditasi Utama dan Puskesmas Rasimah Ahmad dengan akreditasi Madya.

“Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Hal ini sesuai dengan visi kota sebagai kota pelayanan kesehatan, maka akreditasi ini sangat diperlukan untuk mengetahui tingkat pelayanan kesehatan itu sendiri dan juga perlu dilakukan penilaian indeks kepuasan masyarakat dibidang pelayanan kesehatan,” ujar Walikota Ramlan. 

“Kita selalu memperhatikan puskesmas, anggaran untuk kesehatan setiap tahunnya lebih dari 10 persen dari APBD, mengingat kota ini kota kesehatan, orang berobat ke Bukittinggi dapat sambil menikmati udara dan keindahan alamnya, untuk mewujudkan visi tersebut pada tahun depan akan dibangun Rumah Sakit Daerah tipe C tetapi dengan bangunannya tipe A dan tentunya pelayanan yang diinginkan nantinya harus sesuai dengan standar pelayanan di bidang kesehatan, akreditasi ini merupakan salah satu motivasi untuk perbaikan kedepan”, terang Ramlan 

Kepala Dinas DKK Bukittinggi Yandra Very mengatakan, Tim melakukan penilaian dari tanggal 14 s/d 16 September 2017 di ketiga puskesmas dengan susunan Tim, pada puskesmas Nilam Sari Dr.T.Marwan Nusri, MPH, Tinexelly Marisiuli S.SKM,MKM dan Dr.Johan S Badar. Puskesmas Mandiangin Nunuk Windariyanti, SKM, Dra.Mimin Rosmini, SKM,M.Kes dan Dr.Armizal Damari sedangkan pada Puskesmas Gulai Bancah Dr.jansen Perangin-Angin, MM, Dr. Anasrul SR dan Dr.H.Triyanto S.Bialangi, M.Kes, ujarnya.

Disamping itu Yandra Very juga menjelaskan bahwa dengan diakreditasinya 3 puskesmas tahun ini, maka tahun depan tinggal 2 puskesmas lagi yakni Puskesmas Tigo Baleh dan Puskesmas Mandiangin Plus ditambah dengan Laboratorium yang akan direncanakan pada tahun 2018, dengan demikian sesuai dengan target dari Menteri Kesehatan RI bahwa pada tahun 2019 semua puskesmas di Bukittinggi telah diakreditasi, jelasnya. (Ylm)
 
 
 
 

By Pilar