Pilarbangsanews.com.Batang Kapeh,- Camat Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar,  Zoni Eldo S.Stp.MA beberapa hari belakangan sempat dilanda isu yang tidak sehat dan ingin  menjatuhkan. Eldo diisukan  sebagai camat yang positif urinnya mengandung narkoba saat ditest.

Ketika isu itu dikonfirmasikan   kepadanya, Zoni Eldo kaget dan mengatakan dirinya tidak tahu ada isu itu.

“Saya tidak tahu pak, kalaupun ada itu tentu datangnya dari orang orang yang merasa iri saja. Kalau bapak ingin tahu tentang hasil test urine saya tanya saja ke Kabag Kesbangpol,” jawab  Zoni lewat pesan WhatsAppnya.

Wartawan Pilarbangsanews.com mencoba menghubungi Kabag Kesbangpol Pessel. Rinaldi Dasar S.Pd lewat WhatsAppnya. “Itu tidak benar,  menurut hasil test kami, semua camat dan Walinagari di Pessel hasil test urinenya negatif mengandung Narkoba,” kata  Kabag Kesbangpol, Rinaldi Dasar.

Zoni Eldo tercatat sebagai camat yang termuda kedua di Pessel setelah Camat Bayang Utara, Ronald Bernando, S.Stp. 
Zoni dilantik jadi camat Batang  Kapeh sejak Desember 2016 lalu, sejak dia jadi camat Prestasi yang diraih mampu menjadikan Nagari Sungai Nyalo Sebagai juara dalam pemilihan desa berprestasi di Indonesia. Dengan prestasi itu camat Zoni dan Walinagari Sungai Nyalo Ulil Amri S.Ag diundang ke istana menghadiri detik detik proklamasi di istana negara pada tanggal 17 Agustus lalu.

Dimasa Camat Zoni Eldo, KAN (Kerapatan Adat Nagari) IV Koto Hilie yang belasan tahun pecah  menjadi dua kubu tadi siang Selasa (19/9) islah dan menyatakan siap menjadikan KAN hanya satu di Nagari bekas Nagari IV Koto Hilie.

Camat Batang Kapas, Zoni Eldo kelahiran tahun 1984 ini, dia juga salah seorang   pengemar speda motor Trubass yang memerlukan konsentrasi dan dapat memicu adrenalin jika melintasi jalan jalan dilereng bukit yang curam.

Bupati Pessel Hendrajoni saat dihubungi pilarbangsanews.com menyatakan  kaget juga dengan isu tersebut. 

“Saya belum mendengar isu itu ada. Namun kalau dia (camat Zoni Eldo) terbukti akan saya copot dari jabatannya. Tiada tempat bagi seorang pemakai narkoba untuk ikut dalam pemerintahan,” katanya.

Namun Hendrajoni  berjanji akan menanyakan langsung kepada Kabag Kesbangpol nya terkait isu tersebut. (*)

By Pilar