Pilarbangsanews.com, Jakarta – Mabes Polri membenarkan senjata jenis pelontar granat yang ada di penyimpanan kargo Bandara Soekarno-Hatta adalah milik mereka. Namun, mereka membantah senjata tersebut digunakan untuk membunuh. 
Komandan Korps Brimob Irjen Murad Ismail mengatakan, pelontar granat tersebut saat direkatkan dengan senjata laras panjang yang dibawa anak buahnya. Meski demikian, tidak diisi amunisi mematikan. 

“Peluru ada banyak. Peluru karet, ada peluru hampa, peluru gas air mata dan peluru asap,” kata Murad saat menjelaskan amunisi yang mereka pakai untuk pelontar granat, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9). 

Penggunaan pelontar granat, dicontohkan Murad, seperti pada 1998. Polisi melontakan tabung gas air mata dengan senjata tersebut. 

“(Ketika) 1998 itu kami taruh di depan senjata. Senjata hanya itu perlu diikat, dipakai, dikaret, diputer pake apa itu kaleng kaya gitu. Kami masukin kaya gitu, seperti ini lalu kami tembak pakai gas air mata,” jelasnya.

 

Saat ini, senjata itu akan dipakai untuk mengantisipasi teror yang kemungkinan terjadi di dalam kota. Murad menyebutkan, setiap Satuan Brimob di Indonesia telah memiliki pelontar granat.(kumparan.com/ws)

By Pilar