Pilarbangsanews.com.Dharmasraya,- Kuasa/Penasehat Hukum para  terduga pelaku pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur Bunga (nama samaran 17 th) yang terjadi di Kecamatan IX Koto Dharmasraya, mengirimkan kronologis kejadian yang dialami kliennya kepada Kepala Perwakilan Pilarbangsanews.com  di Dharmasraya.

Kronologis yang dikirimkan lewat email itu sebagai bantahan dari pemberitaan media ini terkait peristiwa dugaan pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur Bunga (17th).

Baca disini terkait berita itu;

Gadis Dibawah Umur Korban Perkosaan Di Dharmasraya Itu Kini Ditangani Psikolog Mengurangi Traumatis


Berikut ini Uraian kronologis menurut versi kuasa hukum:
 

Sekitar pukul 04.30 WIB, Ilham di telpon oleh korban, dan ilham tidak mengangkat telpon dari Diana, namun kemudian korban menelpon secara terus- menerus kepada Ilham, dan Ilham mengangkat telpon tersebut, pada saat telpon diangkat diana mengatakan “wak karumah bg yo”. Dalam keadaan baru bangun tidur ilham mengatan “haaa” dan Ilham mematikan telepon. Setelah itu Diana menelpon ilham kembali dan korban mengatakan “wak lah di simpang Banai bg”, mendengar perkataan tersebut ilham lansung terkejut dan ilham menyuruhnya untuk menunggu di jembatan. Sesampainya ilham di jembatan, ilham bertanya “mano kawan diak”, Diana  menjawab “lah pulang bg, numpang wak lalok tampek bg ciek, ndak ado tampek lalok lai do”  Ilham menjawab “ado-ado jo karajo diak ma, urang gaek bg ado dirumah”. Korban selalu memaksa untuk numpang tidur dirumah ilham, karena korban tidak tau mau kemana lagi, akhirnya ilham memperbolehkan korban untuk tidur dirumahnya, kebetulan kamarnya miliki pintu sendiri. Setelah korban tersebut masuk kedalam kamar tersebut, ilham menyuruh Diana untuk tidur di atas kasur dan Ilham tidur di bawah, diatas karpet, pada saat dikamar Ilham tidak pernah melakukan apa-apa dengan korban termasuk berhubungan badan dengan diana. sekitar Pukul 08.00 WIB Ilham bangun dan mengambil nasi dan minum ke dapur dan membawa ke kamarnya untuk diberikan kepada Diana. Sekitar Pukul 08. 30 WIB, Ilham pergi keluar dari kamar untuk waktu yang cukup lama, sekitar Pukul 17. 30 WIB Ilham kembali kekamarnya dan melihat Diana tidur nyenyak di Kasur, lalu Ilham pun tidak tega membangunkannya, selanjutnya sekitar Pukul 19.00 WIB Diana Mandi. Sekitar Pukul 19. 30 WIB Diana diantarkan oleh Ilham ke Jorong Kuok, Nagari Ampek Koto Dibawuah, sesampainya di Kuok nenek Diana tidak ada dirumah, kemudian Ilham ingin mengantarkan Diana kerumahnya di Pulau Anjolai, Diana mengatakan tidak mau pulang kerumahnya karena takut dimarahi oleh orang tuanya, kemudian Ilham bertanya kepada Diana, “sudah berapa lama tidak pulang kerumah,” diana menjawab bahwa dia sudah 3 minggu tidak pulang kerumah,  Ilham melanjutkan pertanyaan “kamana mau diatar lagi” Diana mengatakan “antarkan tempat saudaranya ke Silago”
Selanjutnya dalam perjalanan menuju kerumah saudaranya di Silago, Ilham dan Diana terhenti di dekat Rumah Gadang Pitopang, dikarenakan ada pesta, dan di tempat pesta tersebut Ilham dan Diana bertemu dengan Bima, Iqbal, Hikmah, Mandra, Turis, Mamet, Fadil, Igo, Topik, Fadlan, Fandi, Frengki, Rival, Thomas, Andri, Eko, Windri dan Ferli. Setelah Itu Diana pergi bersama Bima menuju kampuang Pakani tepatnya dipondok sawah kepunyaan eko dan diikuti  oleh Bima, Iqbal, Hikmah, dan Ilham namun Ilham tidak ikut lalu pulang kerumah. Sesampainya di pondok milik eko di Kampuang Pakani mereka hanya duduak dan merokok sambil bercerita, mereka di pondok tersebut sekitar Pukul 22.00 WIB- 22.30 WIB.  Setelah itu datang Ferli, eko, Memet dan Fadil. Tidak lema kemudian datang Thomas, Windri, Andri, Kino, Igo, Turis, Mandra, Frengki, Fadlan dan Fandi. Selanjutnya sebagian mereka dari pondok tersebut, dan yang tinggal di pondok tersebut Bima, Ferli, Eko, Frengki,Rival dan Diana. Tidak lama kemudian datang datang Hikamah, Windri, dan Andri, tidak lama kemudian mereka pergi dari Pondok (sekitar Pukul 24.00 WIB) menuju jalan aspal oleh Bima dan yang lain masih tinggal di pondok, waktu dalam perjalanan Bima dan Diana bertemu dengan Windri, Igo, Kino, Fandi dan Frengki. Dan selanjutnya Bima membawa Diana ke Moriang dan bersembunyi dikebun sawit (sekitar Pukul 00.30 WIB), dan dibuntuti oleh teman- temannya, namun kerena Bima dan Diana bersembunyi di kebun kelapa sawit sehingga tidak dapat ditemukan, setelah itu Bima dan Diana pergi kembali ke Pondok milik eko di Pakani, dan duduk sekitar sepuluh menit, tidak lama kemudian datang Windri, Andri, Kino, dan Igo. Selama di pondok mereka juga hanya duduk dan sambil bercerita bersama- sama. Selanjutnya Bima, Eko dan Ferli membawa Diana ke Bukit Kubangan   tepatnya dekat tower sekitar Pukul 02. 00 WIB, selanjutnya Diana dibawa oleh Bima, Ferli dan Eko ke Ampang Kuranji, Nagari Silago, setelah dari Ampang Kuranji mereka menuju ke jalan baru untuk duduk- duduk dan tidak lama kemudian Bima, Eko dan Ferli kembali  ke Bukit Kubangan tepatnya di dekat tower, dan mereka duduak di pondok dekat tower (Sekitar Pukul 03.00 WIB), tidak lama kemudian datang Windri dan Hikmah. Dari Pondok mereka pindah ke jalan yang tembus ke mukani, sekitar 30 menit duduk disana, eko membawa diana ke dekat motor dan membawa Diana ke puncak dekat tower, setelah itu bertemu dengan turis, mandra, andri, igo, kino, eko, hikma, windri, ferli, setelah itu Eko, Ferli, Bima membawa Diana ke sebuah pondok di simpang Sungai Pinang tepatnya di ladang sawit Sartimar, mereka sampai disana kira-kira jam 03.30 WIB, disana mereka hanya mengobrol saja dan tidak melakukan apa-apa sampai jam 07.30 WIB. Setelah itu diana minta diantarkan kerumah neneknya di Kuok, sesampainya disana, Diana tidak mau tinggal disana, lalu Ferli, Bima dan Eko membawa Diana kembali ke tower, mereka duduk di tower sampai jam 09.30, lalu ayah Bima menelpon kepada Ferli untuk menyuruh Bima pulang, setelah itu Bima pulang, yang tinggal di tower adalah Ferli, Eko dan Diana. Mereka kembali mengobrol, jam 10.30 WIB tiba-tiba Diana sakit perut, berdasarkan pengakuan Diana bahwa dia sedang menstruasi ( datang bulan), dan tidak lama kemudian Dian mulai berbicara sendiri seperti orang kesurupan, tidak lama kemudian Diana pingsan. Melihat Diana pingsan Ferli segera pergi ke Puskesmas Silago, sebelum sampai di Puskesmas Ferli memberitahukan kepada Iwan (mamaknya) bahwa ada yang pingsan di Bukit Kubang (dekat tower), sesampainya di Puskesmas Ferli bertemu dengan seorang Bidan dan menelpon keluarganya, setelah itu mobil Ambulan pergi kesana untuk menjemputnya yang dikendarai oleh Nasrul dan seorang Medis bernama Faisal, sesampainya Ambulan disana Diana dinaikan ke Ambulan dibantu oleh Iwan dan Eko dibawa Puskesmas Silago, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya.

          KESIMPULAN
Bahwa berdasarkan keterangan dan penggalian Informasi secara Langsung Kepada, Thomas Alber, Nopri, Anri Mayanda, Bima Pratama, Iqbal Hidayat, Maizul Hikmah, Ferli Agustin, Windri Agus Susilo, Ilham Pratama, dan Ari Eko Prabowo sebagaimana telah kami uraikan dalam kronologis diatas, maka sampailah kami pada kesimpulan adalah sebagai berikut:

Bahwa tidak benar ada Pemerkosaan/Pencabulan terhadap Diana pada tanggal 17 September 2017 seperti yang dituduhkan oleh keluarga Diana sebagaimana Laporan Polisi Nomor :LP/145/K/IX/2017/Reskrim, tanggal 22 September 2017;

Bahwa pada tanggal 17 September 2017 tersebut Diana sedang Menstruasi (Datang Bulan) sehingga tidak mungkin terjadi Pemerkosaan atau Pencabulan;

Bahwa Diana pingsan bukan karena diperkosa/dicabuli tetapi karena sakit perut dan kesurupan.

Selanjutnya, kami berharap kepada Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas kasus ini sehingga menemukan kebenaran materil dalam kasus ini. Kami juga berharap Aparat Penegak Hukum objektif dalam menangani kasus ini. Selanjutnya kami berharap kepada teman-teman media untuk terus memantau perkembangan kasus ini sampai tuntas.

Dharmasraya, 29 September 2017

                                                  Hormat kami

LEMBAGA BANTUAN DAN PELATIHAN HUKUM PROKLAMAT


Selaku Kuasa Hukum Terlapor

APRIANTO, S.H.    

LUKMAN FIRNANDO PUTRA, S.H.,M.H.

By Pilar