15 Kelompok Tani Di Batang Kapeh Akan Mengalami Gagal Tanam Apabila Bendungan. Batang Jalamu Tak Segara Direhabilitasi



Pilarbangsanews.com.Batang Kapeh,- Setidaknya 15 kelompok tani sawah di Kanagarian IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, saat ini cemas dan khawatir tidak akan bisa menggarap lahan mereka, akibat iragasi setengah tehnis Batang Jalamu yang telah lama bobol diperparah lagi saat banjir yang terjadi awal bulan September lalu.

“Jika bendungan irigasi tersebut tidak segera direhab, maka kami mungkin akan mengalami gagal tanam untuk waktu yang tidak bisa diprediksi,” kata Ketua Keltan IV Koto Hilie, Yoserizal kepada Pilarbangsanews.com, lewat telp selulernya dari Batang Kapeh, semalam Kamis (5/10).

Kondisi bobolnya bendungan irigasi Batang Jalamu ini sudah disampaikan langsung kepada Bupati Pessel Hendrajoni saat Bupati hadir pada acara peringatan Tahun Baru Hijriyah yang dilaksanakan oleh Majelis Ta’lim Batang Kapeh,  beberapa waktu lalu di Masjid Baitul Makmur Pasar Kuok.

Tapi sampai saat ini belum ada tanda tanda irigasi itu akan segara direhabilitasi. “Saya rasa pak Bupati mungkin lupa, maklum pekerjaan beliau bukan mengurus satu sektor saja, banyak hal yang menjadi beban pemikirannya memajukan Pessel,” kata Yoserozal.

Masyarakat setempat bukannya cengeng, mereka telah berusaha untuk menanggulangi dengan cara memasang karung karung plastik berisi batu untuk membendung air Batang Jalamu. Namun usaha  itu sia sia, sekali hujan lebat air sungai Batang Jalamu membesar, karung karung plastik berisi batu tadi hanyut dihondoh banjir.

Baca berita terkait Goro;

Menurut Yoserizal, jika Pemda PESSEL tidak memiliki dana stastis untuk merehabilitasi warga mungkin bisa membantu dengan Goro dengan syarat Pemda bisa membantu, sebuah alat berat.

Namun apakah nanti hasil pekerjaan tidak akan sia sia?

Yoserizal sendiri belum bisa memprediksi, bahkan dia jadi ragu mengingat debit air apabila banjir cukup besar yang akan menghantam bendungan  sungai Batang Jalamu itu bila dibendung  dengan cara menaruh karung plastik berisi batu. (YY),-