PILARBANGSANEWS. COM. PAINAN

Heran saja jadinya, jika ada penemuan mayat tanpa identitas di Kambang Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan itu sampai hari ini tidak ada yang mengaku famili si mayat. Soalnya penemuan itu telah lama,  6 hari sampai hari ini Rabu (11/10/2017).

Pemberitaan media Online dan partisipasi  para nitizen mengunggah foto terkait penemuan mayat dijejaring sosial, Facebook, ternyata belum bisa membantu keluarga si mayat mengetahui  keluarga yang hilang dan tak pulang.

Apakah simayat “tongga babeliang”? Maksudnya apakah simayat semasa hidup hanya sebatang kara? Tentu itu tidak mungkin. Kalau pun tak memiliki saudara, setidaknya almarhum pasti memiliki tetangga atau teman sekerja.

Saya menduga  mayat itu bukan  warga Kabupaten Pesisir Selatan. Sebab sangat mustahil rasanya jika simayat warga Pessel, keluarganya tidak  mendapat kabar ada penemuan mayat di Kambang itu.

Lalu si mayat berasal dari mana? Inilah yang masih misteri dan penuh tanda tanya.
Seperti yang diberitakan media, termasuk media Pilarbangsanews.com, mayat itu ditemukan di muara Belakang Pasar Kambang, subuh pagi Jum’at (6/10), oleh seorang nelayan.

Mayat tanpa identitas memakai baju T.Shirt bahan dasar kaus warna gelap lengan pendek, celana panjang yang dikenakan simayat juga  berwarna gelap terbuat dari bahan Levi’s. Tangan sebelah kiri korban memakai sarung tangan warna merah hitam. Dengan demikian bisa diduga  simayat sebelum meninggal mengendari sepada motor. 
Dugaan ini karena si mayat memakai sarung tangan sebagai perlengkapan mengendarai sepeda Motor.

Berita terkait klik disini;

Mayat Tanpa Identitas Di Muaro Kambang Pessel Sumbar Itu Sudah Dikebumikan Di Painan

Apakah korban meninggal akibat tabrakan, ini belum bisa dipastikan. Dalam 15 hari belakangan tidak ada sepeda motor yang ditinggalkan oleh pengendaranya, kami  Satuan Lantas tidak menemukan itu,” ujar Iptu Ghanda Novidiningrat SIK, menjawab Pilarbangasanews lewat pesan WhatsAppnya barusan.

Kalau tidak ada yang tabrakan, lalu kita coba menelusuri apakah ada peristiwa kapal atau sampan yang karam beberapa hari ini di perairan Pantai Pesisir Selatan? Juga tidak ada. Sebab jika ada sampan yang karam,  boleh diduga simayat berasal dari korban sampan yang karam itu. 

Penemuan sepada motor tidak, kasus Sampan Karam juga tidak, lalu simayat berasal dari mana??

Mungkinkah simayat adalah korban pembunuhan yang peristiwa nya terjadi ditempat lain, lalu kemudian jenazahnya dibuang ke laut dan terdampar di Muara Belakang Pasar Kambang? Kita juga tidak bisa menebak seperti itu, dalam peristiwa kriminal ini kami tidak bisa berandai-andai, sebab diperlukan beberapa alat dan barang bukti  untuk mengklarifikasi sebuah kasus kejahatan, ujar Kapolsek AKP Arnanda Putra kepada Pilarbangasanews.com.

Untuk memastikan mayat adalah korban penganiayaan, diperlukan dokter  ahli bedah mayat. Melalui tindakan medis bedah mayat ini bisa diprediksikan kematian korban disebabkan oleh apa?

Bedah mayat itu dilakukan jika pihak penyidik merasa belum cukup mengantongi visum et refertum sebagai keterangan ahli. 

Terkait mayat yang ditemukan di.Lengayang ini, polisi belum bisa memastikan apa penyebabnya. Sebab di saat mayat ditemukan dan diperiksa di Puskesmas Kambang, wajah simayat sulit dikenal, karena wajahnya telah dikerubuti Belatung, bola mata terbuka lebar, akibat kelopak matanya tidak ada lagi. Bola mata simayat nyaris nampak semua.

Si mayat yang bernasib memprihatinkan itu benar benar malang, dia hilang pihak keluarganya tak ada yang mencari dan  terbenam pihak keluraga tak seorangpun yang menyelami. 

Walupun menurut pandangan kita dia bernasib malang diakhri hayatnya. Mana tahu Allah menempatkan dia ditempat yang indah serta nyaman. Sebab dalam sebuah hadits kematian yang disebabkan oleh tertimpa, terjatuh atau terbenam, termasuk Sahid dunia, yaitu Sahid tanpa berperang. sorga juga tempatnya..
(YY)

 

By Pilar