PILARBANGSANEWS.COM.PEKANBARU,-
Sejak hari Kamis sore tanggal 12 Oktober 2017 sampai pagi ini dan mungkin juga sampai malam nanti, Zalika harus menjalani puasa. Makanan Zalika hanya tergantung dari cairan infus. Dia tidak boleh mimik, selagi muntahnya masih berwarna hijau. 

Si debay masih mengeluarkan muntah, tapi muntah yang dikeluarkan dari mulutnya itu ataupun melalui alat sonde (slang yang dimasukkan ke lambung) itu adalah  cairan Na Cl yang dimasukkan beberapa CC ke lambung Zalika, bukan makanan ASI.
Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada tulisan terdahulu, Zalika di-puasa-kan dari ASI dan lambung nya dibersihkan dengan cairan bening Na Cl, bertujuan agar jika ada kuman didalam lambung bisa diasumsikan  sebagai penyebab Zalika  muntah muntah, dengan sendirinya tentu akan keluar. Begitu kira kira tindakan  yang dilakukan dr Dedi  Ahli Pencernaan Bayi & Anak RSUD Arifin Achmad ini  yang dilakukannya  dalam upaya mengatasi penyebab Zalika muntah muntah.

Sampai malam tadi dari oral (mulut) Zalika maupun dari alat sonde (slang yang dimasukkan ke lambung Zalika) masih keluar cairan berwarna hijau.
Dini hari tadi sekitar pukul 4:35, beberapa menit menjelang subuh, nenek Zalika melihat tangan  kanan Zalika yang terpasang infus  udem lagi, itu artinya cairan infus tidak mengalir bersama aliran darah Zalika tetapi merembas ke jaringan daging pada lengan  Zalika, inilah yang membuat tangan sebelah kanan si debay udem lagi, sama kondisinya seperti malam kemaren, infus tidak jalan mengikuti aliran darah tetapi merembas ke jaringan kulit dan daging.

Pada malam Kamis tanggal (13/10)  kondisinya juga demikian paginya infus yang tak jalan pada aliran darah itu terpaksa dicopot, baru bisa dipasang malam harinya. Kini infus terpaksa dicopot lagi. Berarti Zalika benar benar puasa tanpa dibantu cairan infus. Onde Mandeh….. Cucuku lambungnya benar benar kosong, lapar dan dahaga pasti.
Bisa dibayangkan jika seseorang tak mendapat asupan makanan selama 2 hari dua malam. 
Lemah dan tak berdaya, begitu kata yang akan diucapkan jika kita menemukan kondisi seperti Zalika ini. 

Benar…, Zalika kini sudah tak menghiraukan lagi mau ditusuk silahkan, gak juga silahkan. Ditusuk berkali kali untuk mencari vena, Zalika kini tak akan menangis, paling dia hanya meringis  ditambah gerakan kaget sebentar kemudian dia diam. Dipanggil panggil namanya dia tak akan merespon, pandangan matanya tertuju pada satu arah, kemudian jika bergerak mata itu ke arah lain gerakannya tidak lincah dan terpejam lagi. 
Gerakan mata sidebay kini terlihat sayu. Begitu juga gerakan motoriknya.
Beberapa Bagian tulisan  Terkait Zakika sebelumnya;

​Zalika Kehilangan Rasa Lapar Akibat  Syaraf Laparnya Terganggu Hidrosefalus ?? (Bag 25)


Namun yang membuat kami masih sangat yakin sidebay kuat apabila infus itu tidak mengalir mengukuti aliran darah, sidebay berusaha mengerak gerakkan tangannya yang terpasang infus macet itu sebagai tanda dia berkata “bunda/ayah/nenek/Oma/opa” menyebut salah seorang diantara kami, tolong kasih tahu ibu perawatnya infus Zalika gak jalan.

Namun bahasa Tarzan yang disampaikan  Zalika tidak  secepatnya kami pahami, kami baru bisa memaknai bahasa Tarzan Zalika itu artinya apa, setelah lengan tangan zalika sebelah tempat jarum infus itu terlihat  membengkak (udem).
Pagi tadi sebelum masuknya waktu sholat Subuh, infus itu dicopot lagi. Itu artinya tidak ada lagi asupan makanan yang masuk kedalam tubuh Zalika. 
Akankah kejadiannya seperti kemaren? Zalika baru bisa diinfus setelah  sholat magrib lagi? 

Benar benar sebuah musibah yang amat berat bagi kami dan bagi Zalika tentunya. Kecil kecil sudah harus menanggung sakit karena harus menjalani tindakan medis untuk mengangkat penyakit Hidrosefalus dari kepalanya.
Ini sudah merupakan janjian dan takdir yang harus  dilewati Zalika dengan Maha PenciptaNya saat roh Zalika akan dihembuskan kedalam janin ketika dia masih berumur 3 bulan  10 hari dalam kandungan bundanya.

Bisa jadi saat roh akan ditiupkan ke dalam janin saat janin Zalika dalam kandungan bundanya sidebay menyatakan sanggup menghadapi segala bentuk takdir yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Zalika kini dia sedang berjuang menghadapi takdirnya, kami terutama ayah dan bunda serta kelurga besar Zalika hanya bisa memperkokoh kesabaran serta tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan  Zalika.

Aamiin Aamiin YRA….

Terkait masalah infus yang macet itu,  DR dr Effif syofra tripriadi SpB(K)ONK, kepala Instalasi Bedah RSUD Arifin Achmad mengatakan, biasanya bukan salah tusuk tapi disebabkan cairan  infus merembas keluar dari bekas tusukan yang tembus lewat pembuluh darah.

” Jadi jarum infus itu, bukan salah tusuk,  Ezi . Biasanyo itu terjadi akibat cairan infus merembes kaluar pada  bekas tusukkan yg menembus pembuluh darah ketika mencari venanya,” kata Effif lewat pesan WhatsAppnya kepada saya.  Ezi  adalah nama kecil saya bila Dr Effif menyapa.  
Dalam tulisan ini, saya tidak menyalahkan siapa siapa. Sungguh tidak.., tidak pula mengeluh kepada kinerja para perawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru ini. Mereka bekerja sudah sangat bersungguh-sungguh dan selalu rajin dan telaten, jika terjadi kondisi seperti diatas itu semua merupakan bahagian dari proses takdir yang harus dihadapi oleh sipemilik mata Korea, Zalika.
Bersambung…
 
 

By Pilar