PILARBANGSANEWS. COM. PEKANBARU,-

Pada Malam  Minggu (14/10) sekitar pukul 23:30 WIB, kami semua pada cemas, kondisi Zalika benar benar drop. Mata Zalika redup dia benar benar lemas. 

Saat itu seperti biasa saya tidur diluar kamar RSUD Arifin Achmad itu, diruangan loby diatas bangku bangku  yang disambung satu dengan yang lainnya sehingga kursi itu menjadi kursi yang panjang . Saya bersama papi Doli (adik bungsu Ayah Zalika). Disaat kami lagi asyik bercerita, tiba tiba ayah  Zalika,  bergegas keluar ruangan perawatan. Setengah memekik dia memberi tahu kepada saya;

“Papa…, lihat itu Zalika, Paaa.” kemudian dia berlari masuk ruangan perwatan kembali.

“Manganyo Zalikaaaaa,” maksudnya mengapa dia Zalika, suaranya papi Doli agak  keras sambil berlarian kami menuju ke kamar perawatan.

Saya lihat pada waktu itu, ibuk dokter jaga, sedang memiringkan tubuh Zalika ke sebelah kanan, dia usap usap punggung sekecil. 

“Bagaimana dok?” tanya saya sambil mendongakkan kepala melihat wajah sidebay yang lemas.

Dengan lembut dokter itu terus mengusap usap punggung Zalika. Tenang pak, tenang ya pak,” kata dokter jaga itu mengingatkan saya.

Kami diruang sudah pada menangis, bunda Zalika saling   berangkulan dengan  ibunya ( nenek Zalika), Oma Zalika nampak gelisah, papi  Doli, pak cit Genta masing-masing diselimuti kecemasan yang mendalam.

Ayah Zalika sebentar sebentar duduk kemudian berdiri lagi, sembari  memanggil manggil nama Putri debaynya. “Zalikaaaa,  kuat ya naaak, kamu kuat, bertahan dan bertahan  ya nak,” ujarnya.

Tak berapa lama berselang, keluar muntah Zalika, dia menangis akibat mengeluarkan muntah yang cukup lumayan banyak bagi sidebay hanya mendapat asupan  ASI  beberapa jam sebelum dia muntah.

Sehabis muntah-muntah itu,  Zalika merasa sedikit nyaman, matanya mulai terbuka lebar, dia mulai merengek.

Alhamdulillah…. Alhamdulillah ya Allah….. Enkau yang memberikan musibah (ujian) kepada hamba hambaMu dan Engkau pula yang membuat hambaMu mampu dan bisa melepaskan diri musibah itu. Kami sadang Engkau uji ya Allah…, ujian itu Engkau persembahankan kepada kami  seorang  warga baru dikepalanya ada Hidrosefalus. Kami yakin Ya Allah, Engkau yang membrikan panyakit itu da Engkau pula yang bisa mengangkat penyakit itu. Kami  bermohon kepada Mu Ya Allah,  angkatlah segera penyakit Zalika, sembuhkan dia Ya Allah, agar dia bisa tumbuh sebagai bayi normal lainnya… (Begitu doa yang selalu kami panjatkan untuk kesembuhan. Zalika warga baru kami).
Klik tulisan sebelumnya disini;

Infus Macet Tangan Zalika Udem Lagi (bag 26)


Aamiin Ya Rabbal’alamin…

Pagi ini Senin (16/10) ketika saya menyusun tulisan ini jelang waktu sholat subuh masuk, Zalika bangun, dia kahausan, bibirnya kering,  memang sejak kemaren malam Zalika di-puasa-kan dari ASI.

“Zalikaaaaa,” kata saya manggil namanya.

Matanya yang ngantuk pigin tidur, dia  buka lebar mencari sumber suara. Apakah dia tahu yang memanggil namanya itu opanya? Allahualam.  Tapi yang jelas cucu ambo telah mendingan dibandingkan kemaren pagi.

Siang ini Senin (16/10) Zalika akan di Rotgen (ronsen) bahagian perutnya, begitu janji Dr Dedi Ahli Pencernaan Bayi dan Anak RSUD Arifin Achmad, begitu katanya Jum’at lalu saat dia melakukan Visite ke ruangan Zalika dirawat. 

Tujuannya untuk melihat bagaimana kondisi lambung Zalika, apakah ada luka atau hanya sekedar kuman, guna mencari penyebab Zalika muntah muntah.

Pagi kemaren Kepala Instalasi Bedah RSUD Arifin Ahmad, DR dr Effif Syofra Tripriadi  SpB(K)ONK lewat pesan WhatsAppnya, beritanya pada saya,; “Ezi apakah sudah terpasang inpusnya?”

“Alhamdulillah sudah pak dotor,” jawab saya. 

“Alhadulillah ,muntah tu samo se jo diare, akibatnya akan terjadi kakurangan cairan dan elektrolit,” balas Dr Effif.

Kepala Instalasi Bedah RSUD Arifin Achmad ini rupanya ditengah tengah kesibukannya masih sempat memberikan  perhatiannya pada cucu ambo, cucu bekas anak buahnya istri saya.

Terimakasih Dokter Effif, terima kasih pada perawat terima kasih para dokter yang menangani pengobatan terhadap warga baru kamu.
Bersambung…..

By Pilar