Kalbar

​Aksi Karantina Entikong di Ekspor Perdana 25 Ton Beras RI ke Jiran Sukses


PILARBANGSANEWS. COM. KALBAR,- 
Nafas dari nawacita pemerintahan Joko Widodo yaitu dengan membangun Indonesia dari perbatasan dengan pendekatan peningkatan kesejahteraan terlaksana. Buktinya, hasil tanam padi di sawah Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat terwujud hari ini Jumat (20/10).


Realisasi target ekspor beras ini yang juga merupakan program Menteri Pertanian dalam memperingati Hari Pangan Sedunia 2017. Harapannya dengan momen ini nilai tukar petani khususnya Entikong akan terus meningkat seiring dengan permintaan beras premium dari Malaysia. Adapun jumlah beras yang diekspor kali ini sebanyak 25 ton atau 5 truk.

Turut hadir dalam acara pelepasan perdana ekspor beras antara lain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta rombongan, Sekjen Kementerian Pertanian Malaysia Sallehhuddin, Sekretaris Badan Karantina Pertanian Sudjarwanto. Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan Kalbar sengaja dipilih menjadi wilayah memperingati HPS karena memang memiliki posisi strategis dalam melakukan ekspor beras di perbatasan.

Peran Karantina Entikong dalam mensertifikasi beras untuk ekspor dengan menjamin bahwa tidak adanya hama penyakit dan dibuktikan dengan mengeluarkan phytosanitary certificate. Mulai dari mencegah masuk, keluarnya serta tersebarnya HPHK/OPTK hingga kewenangan memutuskan apakah produk pertanian memenuhi syarat untuk diekspor atau tidak. Karantina Entikong melalui petugas fungsionalnya menjaga tempat pemasukan dan pengeluaran PLBN Entikong, yang mekanismenya sesuai amanah di UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Karantina Entikong terus konsisten mendorong akselerasi ekspor produk pertanian, seperti halnya ekspor perdana beras ini melalui peningkatan daya saing sehingga petani di perbatasan dapat menikmati kesejahteraan”, terang drh. Faisyal Noer, MH Kepala Karantina Entikong. Selain itu, Karantina Entikong membantu para pelaku usaha pertanian dalam memenuhi persyaratan teknis Sanitary dan Phytosanitary (SPS) dari negara tujuan ekspor, imbuhnya.(DA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *