PILARBANGSANEWS.COM. TANGERANG

Usai pelaksanaan apel Hari Santri, saya berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Hikmah di Desa Kapudang, Kecamatan Cisoka. Tangerang Banten. Saya dibuat takjub dengan kesahajaan warga pondok pesantren tradisional itu.

Saya kemudian diajak makan siang dengan menu nasi liwet. Hidangan disediakan di atas daun pisang. Sebuah kebiasaan yang melambangkan persatuan.


Saya juga diberi minum air kerak nasi liwet. Minuman khas santri itu bukan hanya membuat saya kenyang, namun seketika mengantar saya ke kenangan saat menjadi santri. Saat itu, saya dan sahabat berebut makanan dan minuman bekas kiai. Seperti itulah bentuk takzim kami.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Nusantara, pondok pesantren salafiyah sudah mengajarkan kemandirian sekaligus kebersamaan. Pondok pesantren salafiyah adalah triger pendidikan karakter.
Dalam kesempatan itu, saya mengajak kalangan pesantren salafiyah untuk turut berperan dalam usaha menciptakan kamtibmas. Selain itu, saya juga mengajak agar kiai dan santri sama-sama menghalau paham radikalisme dan terorisme.
Saya juga menyerahkan wakaf kitab kuning, Alquran, dan sajadah kepada santri. Semoga apa yang diwakafkan bisa bermanfaat dalam proses mencari ilmu dan ibadah. 
Semoga teladan kiai dan berkah santri bisa mengarahkan kita semua menjadi manusia yang penuh pekerti. 
Salam.

AKBP Sabilul Alif, Kapolresta Tangerang Banten.

By Pilar