Diatas bus dari Bandara Haneda ke Hotel Shinjuku Washington Hotel.
PILARBANGSANEWS.COM. TOKYO
Dari Bandara Soeta pukul 21.25 WIB. Pesawat ANA (All Nippon Airways) dengan nomor penerbangan NH 856 yang kami tumpangi langsung tanpa transit, sekitar 06.56 pagi waktu Jepang dengan selamat landing di Haneda.
Bandara Internasional Haneda adalah bandara terbersih di dunia. Penilaian dilakukan oleh SkyTrax World Airline Awards, ajang tahunan paling bergengsi dari SkyTrax, selaku konsultan maskapai penerbangan yang berbasis di London. Ada 550 bandara yang dinilai dan 13,25 juta survei yang disebar di 106 negara berbeda.
Dalam kategori World’s Cleanest Airports 2016, Jepang menyumbangkan 4 bandara yakni Bandara Internasional Tokyo Haneda, Bandara Chubu Centrair Nagoya, Bandara Internasional Narita dan Bandara Internasional Kansai. Posisi teratas sebagai bandara terbersih di dunia diduduki oleh Bandara Internasional Tokyo Haneda ini.
Baca catatan sebelumnya;
Pagi itu Minggu tanggal 22 Oktober situasi bandara sudah kelihatan ramai. Warga Jepang maupun warga internasional lainnya datang dan pergi lewat bandara itu.
Perut sudah mulai minta sarapan, kami mencoba me cari di bandara restoran yang kira kira masakannya dijamin halal.
Menang Ada beberapa restoran yang dijamin halal tapi itu sangat susah mencari lokasinya. Sebab pihak otoritas yang mengundang kami cuma memberikan peta untuk membaca peta ini kami yang rata rata memiliki latar belakang pendidikan hukum mengalami kendala.
Kami tidak sarapan dibandara kebetulan utusan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang mengundang kami telah menunggu di Bandara Naheda.
Kami tibo di bandara lngsung dijemput pihak JICA, setelah dilakukan pemeriksaan paspor oleh otoritas bandara dan barang barang kami sudah kami tetima, pihak JICA langsung membawa kami menuju Shinjuku Washington Hotel.
Sarapan cari sendiri karena kami Muslim senua jadi mereka sulit menyediakan hidangan halal dan mereka kasih uang cash untuk kebutuhan makan sehari2 selama berada di jepang dan dibiayai pihak JICA sbgai penyelenggara tentunya.
Lidah Indonesia ditambah faktor Agama (maaf ini bukan Ras) kami bawa bekal dari Jakarta ada roti,indomie serta rendang..Jadi kami cukup beli nasi putih dan mkn rame2 setiba di hotel waktu itu.
Saya sempat masuk ke Toilet Bandara, sedianya untuk cuci tapi karena udara sangat dingin, kaget juga kena air pagi itu. Dan pada waktu landing cuaca disekitar bandara sedang terjadi badai dan hujan. Sehingga membuat udara didalam bandara sangat dingin sekali.. Tak seorangpun diantara kami yang cuci muka saat itu. Hehehhe.
Untuk masuk kedalam toilet/ WC yang sangat bersih dan serba canggih itu kita harus hati hati, soalnya semua knop bertuliskan huruf kanji. Jangan salah memencet tombolnyo. Heheheh.. Oon saya…
Bersambung…