PILARBANGSANEWS. COM. BUKITTINGGI,- 

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bukittinggi Ny.Yesi Ramlan Nurmatias membuka secara resmi Pelatihan Kerajinan Industri Tenun yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu , Perindustrian dan Tenaga Kerja (PMPTSPPTK) Kota Bukittinggi yang bertempat di ruang pertemuan Kantor Dekranasda Kota Bukittinggi, Senin (23/10).

Panitia pelaksana Kepala Bidang Perindustrian Dinas PMPTSPPTK Azhari menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober s/d 25 Nopember 2017 ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada IKM dan wira usaha baru yang ada di Kota Bukittinggi dibidang Tenun.

Peserta merupakan utusan dari masing – masing Kelurahan yang sebelumnya berjumlah 22 orang dan setelah dilakukan seleksi melalui audisi sesuai dengan kriteria pelatihan maka akhirnya terjaring 15 orang peserta yang akan dilatih dengan pelatih yang berasal dari Silungkang yakni Aina dan Mulyadi.

Ketua Dekranasda Ny.Yesi Ramlan Nurmatias mengpresiasi dengan dilaksanakannya pelatihan ini karena dengan ini diharapkan nantinya disamping akan menambah keanekagamanan craft Bukittinggi tetapi juga akan mampu membuka lapangan usaha yang baru.

“Tenun ini nantinya akan menjadi tambahan keanekaragaman craft dari Bukittinggi, dengan adanya tenun ini sudah menjadi 4 cluster industry yang dapat kita bina dan kembangkan yakni bordir kerancang, sulaman, batik dan tenun. Kemudian harapan kedepan kiranya dengan pelatihan ini akan muncul kegiatan atau usaha baru yang akan meningkatkan perekonomian di tengah masyarakat kepada peserta juga diharapkan bisa menularkan imu yang diperoleh kepada ibu – ibu yang lainnya”. Ungkapnya

Kemudian Yesi Ramlan juga menambahkan, yang biasanya setiap pelatihan hanya tinggallah pelatihan, kedepan diminta kepada Dinas PMPTSPPTK agar selalu memantau perkembangan orang – orang yang telah dilatih. Dan kalau bisa dilanjutkan kepada tingkat mahir bagi yang benar – benar serius  karena kalau hanya sampai tingkat dasar tentu tidak akan tercapai hasil apa yang diharapkan, tambah Yesi Ramlan. 

Disamping itu peran aktif daripada pemerintah juga sangat diharapkan untuk membantu dalam pemasaran, packaging dan bahkan layout daripada showroom-nya diharapkan akan menjadi perhatian nantinya.

Untuk menunjang pelatihan ini Dinas PMPTSPPTK juga memfasilitasi para masing – masing peserta dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) gedokan, yang dipinjam pakaikan selama pelatihan, disamping itu selama pelatihan berlangsung peserta juga diberikan bahan pelatihan, ATK, konsumsi dan bantuan transportasi. (Ylm)  
 

By Pilar