.

Polres Solok Kota Berhasil Cegah Tawuran Pelajar Dapat Apresiasi Warga


PILARBANGSANEWS. COM. SOLOK,– Polres Solok Kota kini dipimpin oleh  Kapolres AKBP  Dony Setiawan SIK,  berhasil mencegah tawuran antar pelajar yang bakal  terjadi pada Sabtu malam (28/10). Keberhasilan Polres Solok Kota mencegah tawuran itu banyak mendapat apresiasi dari warga terutama para orang tua di Kota Solok.

Kini  32 pelajar terpaksa diamankan oleh pihak berwajib di Solok, karena  pada  Sabtu malam  (28/10) sekitar pukul 23.30 WIB mereka telah membuat rencana untuk melakukan tawuran.

“Mereka diamankan saat kegiatan rutin operasi Cipta Kondisi Polres Solok Kota, yang dilakukan setiap malam Minggu. Dari pengakuan saat diinterogasi petugas, para pelajar dan remaja putus sekolah tersebut berniat melakukan tawuran di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok,” kata Kapolres.

Dari 32 pelajar yang diamankan, 5 pelajar kedapatan membawa senjata tajam dan benda tajam yang  berbahaya. Masing masing  mereka adalah  BB (17) membawa sebilah pedang samurai, AP (14) pelajar SD membawa klewang sevpanjang 1 Meter. Lalu BRG (14), remaja putus sekolah membawa celurit. Kemudian AF (17) pelajar SMA dan AS (14) pelajar SD membawa gear motor yang diikat dengan sabuk (ikat pinggang). Para pelajar dan remaja yang membawa senjata tajam dan alat berbahaya ini, diamankan mereka bisa dijerat  dengan UU Darurat tahun 1951 pasal 2 ayat 1, dengan ancaman 1 tahun penjara.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menyatakan 27 pelajar dan remaja lainnya, menurut UU RI No.11 Tahun 2012 sistem peradilan pidana anak, pemidanaan adalah upaya terakhir. Menurutnya, dalam UU tersebut  ditekankan untuk menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan. Yakni dengan melibatkan orang tua/wali serta kemasyarakatan dan Dinas Sosial.

“Yang tidak kedapatan membawa sajam dan barang berbahaya, tidak dikenakan pidana. Hal ini sesuai dengan UU RI No.11 Tahun 2012 sistem peradilan pidana anak, pemidanaan adalah upaya terakhir. Menurutnya, dalam UU tersebut  ditekankan untuk menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan. Namun, mereka harus dijemput oleh orang tuanya,” ujarnya.

Minggu (29/10) siang, para orang tua yang anaknya diamankan di Mapolres Solok Kota, menjemput anak-anak yang tidak kedapatan membawa senjata tajam. Para orang tua tersebut mengucapkan terima kasih atas kinerja Polres Solok Kota, karena berhasil mencegah anak mereka baik menjadi pelaku atau korban kejahatan.

“Mereka bahkan meminta Polres Solok Kota untuk lebih gencar melakukan operasi jam malam terhadap para remaja khususnya yang berstatus pelajar. Kita juga mengingatkan kepada orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak gampang tersulut provokasi dan ajakan dari rekan-rekannya yang mengarah pada kenakalan remaja,” ujar Dony. (rijal islamy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *