PILARBANGSANEWS.COM.

” Inyiak legenda di Ranah Minang” setidaknya legenda itu masih tetap lestari dikampung saya Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Konon katanya..apabila disuatu kampung ada  perbuatan maksiat atau perbuatan yang dibenci Allah SWT. Maka si Inyiak (sebutan untuk binantang Inyiak Harimau ) akan keluar dari rimba habitatnya.  Raja hutan itu akan  mesuk kampung keluar perkampungan.
Jika hal ini  sudah terjadi.. Maka masyarakat akan bertanya tanya. Siapa yang telah membuat tak elok (siapa yang telah berlaku salah tingkah dan dosa?) dan akan datang sebuah musibah yang akan ditanggung bersama.

Kemunculan ” Inyiak ” ditandai dengan  berkeliaran “sirajahutan“. Binatang buas ini akan  menerkam ternak warga kampung dan bahkan juga akan menyerang orang kampung itu sendiri.

Biasanya jika itu sudah terjadi, masyarakat dikampung itu akan mengadakan acara ritual bakawuah sebuah tradisi adat yang diadaptasikan dan dikaloborasikan dengan ajaran Islam, seperti  doa doa bertahlil, tahmid dan membacakan do’a doa agar terhindar dari marabahaya.
Mamintak ka nan buliah, bakawuah bakeh nan kiramat, (mmintak kepada yang mampu memberi dan berdoa ke pada yang keramat)  guna meminta ampun pada yang kuasa atas keburukan yang telah terjadi di dalam kampungnya.

Setelah ritual selesai dilakukan Si ” Inyiak ” itu akan kembali kehutan belantara habitatnya dan tak datang lagi memasuki perkampungan tadi.

Percaya atau tidak percaya hal itu banyak diyakini dan dilakukan ditengah masrayakat kita di Minang Kabau ini dahulunya sampai sekarang ini.
Maknanya jika ” Inyiak ” yang dimaksud seekor harimau tadi akan menjadi pertanda sekaligus peringatan ditengah warga kampung sebagai pengingat sebuah kesalahan agar tak lagi dilakukan.

” Inyiak ” saja melakukan peringatan pada sebuah kebenaran, apalagi kita manusia. Jangan merendahkan seekor seekor binatang apalagi manusia dibalik kehebatan dan kebesaran kita.

Jika ketidakbenaran itu memang terjadi cobalah untuk merubahnya dan janganlah dengan menampakan kehebatan kita untuk menentangnya, jadikanlah itu sebagai renungan untuk memperbaiki, minimal pada diri sendiri. (AFRIZAL)

#akuygkaudicapsbgharimaubetina#

By Pilar