Petugas berjaga di lokasi penembakan massal di Gereja First Baptist, Sutherland Springs, Texas, (5/11). Pelaku melepaskan tembakan pukul 11.30 waktu setempat, Setidaknya 26 orang meninggal dunia. (Nick Wagner/Austin American-Statesman via AP/Liputan6)


PILARBANGSANEWS. COM. TEXAS,–

Pada hari Minggu, 5 November 2017 telah terjadi penembakan massal pada siang hari di Gereja First Baptist, Sutherland Springs, Texas .yang berlokasi sekitar 60 km tenggara kota San Antonio, Texas. Dilaporkan sebanyak 26 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Pelaku dilaporkan tewas pasca kejadian. Penyebab tewasnya pelaku belum jelas, apakah bunuh diri atau tertembak petugas yg mengejarnya. Pelaku diidentifikasi sebagai Devin Patrick Kelley berusia 26 tahun, seorang mantan anggota Angkatan Udara Amerika Serikat.

Berkaitan dengan hal itu, KJRI Houston, menghimbau seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia yang berdomisili di wilayah kerja untuk waspada dan berhati-hati terhadap timbulnya dampak yang tidak diinginkan terhadap peristiwa ini, senantiasa memantau perkembangan situasi melalui tayangan televisi, radio, internet atau media lainnya yang terus menerus menyiarkan hal ini serta senantiasa memperhatikan anjuran Pemerintah atau aparat keamanan yang berwenang, ditempatnya masing-masing.
Hingga saat ini, KJRI Houston belum memperoleh laporan adanya WNI akibat penembakan massal tersebut. KJRI juga telah berkoordinasi dengan komunitas Indonesia yg bertempat tinggal di San Antonio untuk memastikan tidak ada korban WNI dalam peristiwa tsb. KJRI Houston akan terus memantau peristiwa tsb baik melalui jalur resmi pemerintah AS dan komunitas masyarakat Indonesia di lokasi kejadian.

Sekiranya terdapat hal-hal yang memerlukan bantuan dan rujukan informasi lebih lanjut, kiranya dapat menghubungi nomor hotline KJRI Houston +1 346-932-7284 .

 

Demikian himbauan KJRI Houstin, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan bagi kita semua. 

Sumber KJRI

By Pilar