PILARBANGSANEWS. COM. SIJUNJUNG,– Polres Sijunjung mengamankan pelaku pencabulan anak di bawah umur di Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (4/11). Satreskrim Polres Sijunjung mengamankan ID (31), warga Jorong Tanjung Pauh, Nagari Muaro Bodi, Kabupaten Sijunjung, yang diduga melakukan pencabulan terhadap belasan anak laki-laki. Modus yang dilakukan ID adalah dengan mengatakan dirinya bisa memberikan mantera (jampi-jampi) agar teman-teman korban yang jahat di sekolah bisa dibalas.

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir menyatakan perbuatan pelaku akhirnya terbongkar setelah salah satu korban melaporkannya kepada orang tuanya, dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Sijunjung di bawah komando Kasat Reskrim Iptu Wawan Dharmawan, langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, sebanyak 5 pelajar laki-laki tingkat SMP dan 10 orang pelajar laki-laki tingkat SD, mengaku telah dicabuli (disodomi) oleh pelaku. Tanpa membuang waktu, personel Satreskrim langsung melakukan penangkapan terhadap ID yang berada di rumahnya.

Atas kasus asusila menyimpang ini, Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir langsung menggelar konferensi pers. Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir Kasatreskrim Iptu Wawan Darmawan, Paur Humas Iptu Nasrul Ajo dan Kepala Dinas Sosial Pemkab Sijunjung, Ahmatullah. Imran Amir menyatakan pihaknya telah mendapatkan 17 laporan dari para korban. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah, karena dari pengakuan pelaku, lebih dari 20 orang.

“Saat ini kita baru mendapatkan 17 laporan. Kami masih melakukan penelusuran, dan penyelidikan serta pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, apakah masih ada korban-korban lainnya,” ujarnya.

Terkait kronologis peristiwa, Imran Amir menyatakan sebelum melakukan perbuatan menyimpang tersebut, pelaku mengiming-imingi korban akan memberikan mantera atau jampi-jampi. Setelah korban tertarik, korban disuruh membuka seluruh pakaiannya. Setelah itu, pelaku melakukan perbuatan asusila tersebut. Setelah selesai dengan aksi bejatnya, pelaku mengancam agar korban tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada orang lain.

Pelaku terancam pasal 76 huruf E Jo Pasal 92 ayat (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 Tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 292 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000 (lima miliar rupiah).

Para anak laki laki dibawah umur yang melapor kepada pihak kepolisian sekaligus menjadi korban dari perilaku menyimpang pelaku tersebut adalah LN (13) pelajar SLTP, FA (15) pelajar SLTP, ZF (16) pelajar SLTP, FRT (13) Pelajar SLTP, SAF (9) pelajar SD, JD (6) pelajar SD, AS (9) pelajar SD, PM (8) pelajar SD, PR (8) pelajar SD, PW (13) pelajar SD, PB (7) pelajar SD, FR (7) Pelajar SD, NF (9) pelajar SD, AM (10) pelajar SD dan RP (9) pelajar SD. (nna)

By Pilar