PILARBANGSANEWS.COM. JAKARTA,–

Polri meminta semua pihak mendukung penyidik mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Polisi tak mau justru diserang dengan prasangka-prasangka negatif.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan siapa pun yang mengaku peduli terhadap kasus Novel, segera bantu penyidik. 

Bila memang merasa informasi penting dan kuat serta mengarah pada titik terang kasus, segera dilaporkan.

“Jangan malah memperkeruh dengan prasangka-prasangka. Yang prasangka itu kalau dikejar, enggak ada juga dasarnya,” kata Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 6 November 2017.

Rikwanto mengatakan segala bentuk dugaan atau asumsi, sejatinya sulit menjadi pegangan penyidik. 

Rikwanto juga merasa tidak adil jika polisi juga dihantam dengan banyak prasangka negatif.

“Penyidik bergerak pasti berdasarkan fakta atau bukti yang ditemukan,” kata dia.

Sudah 209 hari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan masih jadi misteri. Novel disiram air keras usai salat Subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017. Pelaku melarikan diri dan belum juga tertangkap hingga kini.

Buntutnya, sejumlah elemen masyarakat menuntut Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) di kasus Novel. Walaupun, sampai saat ini Polri juga masih menilai TGPF tak diperlukan.

Dalam waktu dekat, Jokowi bakal memanggil lagi Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian untuk menagih perkembangan kasus Novel.

Sumber;metronews.com

By Pilar