PILARBANGSANEWS. COM. SOLOK,–Wakil Walikota Solok, Reiner Dt Intan Batuah menerima kunjungan kerja Anggota Komisi X DPR RI, Endre Saifoel, saat meninjau Pembangunan Pasar Pagi Kota Solok di Samping Terminal Regional Bareh Solok (TRBS), Senin (6/11). Kunjungan politisi dari Partai Nasdem itu juga dinanti oleh Kepala Dinas Pasar, Perdagangan dan Koperasi dan UKM Kota Solok, Dedi Asmar, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Bujang Putra, serta beberapa kepala OPD lainnya.

Dalam kunjungannya pada pasar yang menjual kebutuhan harian dan sayuran segar itu, Endre Saifoel banyak membicarakan tentang pembangunan masyarakat yang akan dan telah diselenggarakannya bersama beberapa kementrian yang menjadi mitra kerjanya. Pria yang akrab dipanggil Haji Wen tersebut mengatakan, sudah menjadi kewajibannya untuk menjemput aspirasi dan membawa segala bentuk pembangunan masyarakat itu kepada masyarakat yang telah memberinya amanah dan kepercayaan. Yakni sebagai wakilnya di salah satu lembaga di tingkat pusat.

“Pembangunan di sektor pariwisata dan perdagangan bisa menjadi sebuah ikon untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Solok. Selain memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, posisi dan letak Kota Solok yang sangat strategis sangat mendukung potensi tersebut. Namun, untuk memaksimalkan pariwisata dan perdagangan ini, kebersihan, keindahan, dan keramahan lingkungan menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan. Kota Solok terletak di persimpangan jalan menuju beberapa kota yang ada di Sumatera Barat bagian timur. Itu merupakan keistimewaan yang harus dimanfaatkan,”ungkapnya. 

Lebih jauh Politisi muda dari partai Nasdem itu mengatakan, selain di sektor pariwisata, pembangunan masyarakat di sektor pendidikan merupakan hal yang wajib ditingkatkan. Sesuai dengan perkembangan era globalisasi, menurutnya, pendidikan terus menjadi bagian yang terpenting dan salah satu bidang yang istimewa dalam masalah peruntukan APBN yang ada.

“Pendidikan adalah modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang, dan berbagai permasalahan di bidang pendidikan harus cepat diatasi dengan tepat,” paparnya.

Lebih lanjut, Endre Saifoel menyatakan dalam menunjang pendidikan secara nasional, berbagai upaya telah dilakukan oleh negara melalui Kementerian Pendidikan. Seperti perbaikan kualitas pendidikan, pengadaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS Daerah (BOSDA), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diluncurkan melalui  Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“PIP merupakan sebuah program yang dilahirkan oleh negara untuk menunjang sektor pendidikan secara nasioanl,  dan PIP tercantum dalam RPJMN 2015-2019. Dalam pelaksanaannya, PIP merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia 6 sampai 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin atau pemegang kartu keluarga sejahtera (KKS), atau anak yang memenuhi kriteria dan telah ditetapkan sebelumnya. PIP merupakan bagian penyempurnaan dari program bantuan siswa miskin (BSM) yang diluncurkan pada akhir 2014 lalu,” paparnya.

Endre Saifoel juga mengatakan, sebagai wakil masyarakat dari Sumbar, saat ini, dirinya baru bisa memperjuangkan untuk 20.000 (dua puluh ribu) calon penerima PIP berdasarkan tingkatan sekolahnya yang ada. Dikatakannya, untuk siswa yang masih duduk di bangku SD akan mendapatkan sebesar Rp 450.000, siswa SLTP Rp 750.000 dan untuk siswa tingkat SLTA sederajat akan menerima sebesar Rp 1 juta setiap tahun. Dikatakannya, dia akan tetap mengupayakan peningkatan jumlah calon penerima PIP untuk Sumbar.

“Berdasarkan keputusan DPR RI nomor 16/DPR RI/II/2014-2015 tentang penetapan kembali Mitra Kerja komisi komisi  DPR RI masa keanggotaan tahun 2014 – 2019, ruang lingkup dan pasangan kerja komisi X,  bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi), dan Badan Ekonomi Kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Solok, Reinier, mengapresiasi apa yang telah diupayakan oleh Endre Saifoel dalam memperjuangkan pembangunan Sumbar, khususnya Kota Solok. Reinier berharap apa yang telah didapatkan itu bisa untuk ditingkatkan pada periode selanjutnya atau pada masa yang akan datang.

“Program pembangunan di segala bidang yang telah direncanakan dan telah dilakukan oleh Pemko Solok, tidak akan terlaksana secara sempurna tanpa adanya bantuan yang telah diperuntukan oleh pemerintah pusat. Hal itu disebabkan karna minimnya PAD yang dimiliki oleh Kota Solok. Pemko Solok sangat berharap, adanya perjuangan yang dilakukan oleh para wakil rakyat yang mewakili masyarakat daerah setempat di tingkat pusat. Seperti yang telah dilakukan oleh Endre Saifoel ini,” ungkapnya. (rzl)

By Pilar