PILARBANGSANEWS. COM. PAINAN,- Setelah menunggu beberapa bulan tepatnya sejak bulan Mei  lalu sebelum puasa tahun ini, akhirnya Saleema Foundation sebuah Yayasan bergerak di bidang sosial berkantor pusat di Dallas Texas USA itu  datang jua membantu program “bedah rumah” di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. 

Program dari Yayasan Saleema Foundation ini sempat membuat cemas Ketua TP-PKK Pessel Lisda Rawdha, karena dulu janjinya program akan dieksekusi sehabis lebaran. Beberapa bulan ditunggu tunggu belum juga datang.

“Malam tadi DR Emas Hamdan Direktur Yayasan Saleema Foundation, telah datang dari Texas mengadakan rapat bersama Ketua TP-PKK Pessel, di rumah dinas Bupati Pessel, mematangkan persiapan yang berkaitan dengan  administrasi untuk penandatanganan MoU,” kata Ketua TP-PKK Pessel, Lisda Rawdha kepada Pilarbangsanews.com lewat pesan WhatsAppnya tadi malam.

Seperti yang pernah diberitakan pilarbangsanews.com, Yayasan Saleema Foundation yang didirikan oleh pengusaha Timur Tengah di Dallas Texas itu, berencana membantu pembiayaan bedah rumah di Pesisir Selatan sebanyak  200 unit rumah penduduk. 

Selain itu  Saleema juga akan membangun pusat budaya dan wisata islami dan rencananya mereka juga akan membangun klinik bersalin dan kesehatan ibu dan anak.

Kesemua program bantuan itu beberapa bulan sebelum bulan puasa lalu sudah dihitung kisaran biaya bersama dengan tim yang  dibentuk oleh  TP-PKK Pesisir Selatan.

Untuk tahap awal tahun 2017 ini yayasan Saleema Foundation akan membedah 11  rumah di Pessel, diprioritaskan terhadap keluarga yang anaknya mengalami gizi buruk. Masing masing KK tidak hanya akan dibantu biaya bedah rumah, tapi sekalian membantu biaya modal usaha sehingga bantuan yang diberikan dapat memecahkan persoalan kemiskinan di daerah ini. 

Masing masing keluarga yang akan mendapat bantuan dari yayasan yang bergerak dibidang sosial dan  amal itu besar nominal bantuan masing masing Rp 40 juta. Dengan rincian Rp 25 juta untuk biaya bedah rumah, sisanya Rp 15 juta pembiayaan kesehatan, sembako selama beberapa bulan ditambah pemberian  modal usaha.

“Masing masing keluarga tentu nanti akan berbeda satu sama lainnya kebutuhan modal dan usaha yang akan digeluti. Kita sesuaikan dengan permintaan KK yang akan dibantu itu,” tutur Lisda. (YY)

 

By Pilar