PILARBANGSANEWS. COM. SOLOK,– Hampir seluruh kepala sekolah di Kota Solok mengaku sangat takut berurusan dengan aparat hukum kalau sempat terkait dengan kasus dugaan pungutan liar.

“Bahkan diantara kami ada yang sempat mencret mencret dan akhirnya sampai jatuh sakit, begitu menerima surat panggilan pihak berwajib, lantaran ada aduan surat kaleng dan kami diproses meskipun pada akhirnya tidak cukup bukti,” kata seorang kepala kepala sekolah saat Sosialisasi Tentang Pungutan Liar di Kota Solok oleh Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) di Gedung Kubung Tigobaleh, Kota Solok Rabu (15/11).

Kepala sekolah itu menambahkan, sejak adanya tim Saber Pungli ini,   diantara  kepala sekolah  ada yang seumur-umur belum pernah ke Kantor Polres, kini jadi berurusan dengan polisi. Dipolres diperiksa oleb mantan murid. Jadi saat dipanggil menghadap ke kantor polisi, saya tidak bisa tidur. Mamang kop suratnya adalah ‘Undangan’, namun di mata dan fikiran kami, terasa sudah jadi terdakwa. Kantor polisi pak, kantor polisi,” ujar kepala sekolah lainnya disampaikan dalam bentuk guyonan dan diaminkan oleh teman temannya.

Suasana yang semula  “adem” saat Kepala Kebangpol Sumbar Nazwir dan Itwasda Polda Sumbar Kompol Suyanto, memberikan materi sosialisasi, mendadak “panas” dan riuh.  Ketua Tim Saber Pungli Kota Solok, Kompol Sumintak langsung mengambil kendali keadaan. Wakapolres Solok Kota itu menyatakan Tim Saber Pungli hanya menjalankan tugas dan polisi akan selalu bersikap humanis. Para kepala sekolah menurut  waka polres ini tak perlu cemas kalau benar benar tidak salah dan Polisi  hanya minta keterangan.

“Kami senantiasa akan bersikap humanis. Polisi adalah mitra masyarakat. Kami akan selalu menjadi teman bagi masyarakat. Apalagi karena bapak ibu guru lah yang mendidik kami, sehingga kami saat ini menjadi polisi,” ujar Sumintak disambut tepuk tangan dan senyum sumringah para hadirin. 

Sementara itu Personel Bidang Hukum Polda Sumbar, Kompol Syafril Wino, mengatakan, keberadaan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), diharapkan mampu menjadi ajang optimalisasi penyelenggaraan layanan publik. Syafril Wino berharap, kebijakan dari pemerintah pusat tersebut jangan sampai justru membuat penyelenggara layanan publik menjadi serba takut dan kehilangan semangat dan kreasi. 

“Jangan sampai niat baik untuk untuk memajukan institusi, justru terjebak pola dan interpretasi yang salah,” kata Kompol Syafril Wino.

Syafril Wino juga mengingatkan, agar  pimpinan instansi jangan sampai  menjadi serba takut untuk melakukan terobosan, karena takut akan ditangkap  pungli. Kuncinya adalah, mari kita sama-sama memahami hukum dan berkoordinasi dengan tim Saber Pungli dan aparat,” ujarnya.

Turut hadir dalam sosialisasi itu, Kepala Kebangpol Sumbar Nazwir, Inspektorat Pemprov Sumbar Betty Vitria dan Megah Vivyalwati, Dit Binmas Polda Sumbar Kompol Ali Rahmat, Itwasda Polda Sumbar Kompol Suyanto, Ketua UPP Kota Solok Kompol Sumintak, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemko Solok Muhammad. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah se-Kota Solok mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, serta seluruh anggota Unit Saber Pungli tingkat Kota Solok. (Rzl)

By Pilar