PILARBANGSANEWS.COM. JAKARTA,-  Satu  akun Twitter, dinamai oleh pemiliknya dengan  nama  Patriot Golkar membunyikan tweetnya dengan nada berupa ajakan. Dalam twut itu Patriot Golkar mengajak pengikut Twitternya iselalu berfikir positif dan stop bullying, tentu maksudnya kepada Setya Novanto.

Bagi mereka yang bersimpati kepada Setya Novanto,  diajak maupun tidak, takkan lah mungkin mereka mem-bully orang yang mereka kagumi.

Tapi bagi mereka yang tidak simpati, berhasilkah ajakan itu? Saya akan jawab untuk saat ini sepertinya sulit mengembalikan kepercayaan masyarakat yang telah terlanjur geram terhadap sepak terjang politisi Golkar yang satu ini. Tentu bagi mereka yang selama ini menyimpan rasa benci kepada petinggi negara ajakan itu tidak akan mengena, malahan justru sebaliknya.

Sekarang coba kita simak bunyi twuit pemilik akun Twitter yang bernama Patriot Golkar terkait kabar Setya Novanto kini sedang dicari keberadaannya oleh KPK, tetapi dia  dikabarkan mengalami kecelakaan. Ini isi bunyi tweetnya ;

“Polisi tegaskan bahwa kecelakaan yang menimpa Setya Novanto bukanlah rekayasa, jadi kita budayakan untuk berpikiran positif. STOP BULLYING !!! | SET DES | RSCM | #PapaKecelakaan https://t.co/7ll8gYNguI”

Ada yang janggal  terjadi jika kita mengikuti pemberitaan terkait papa SN ini, yakni; disatu sisi KPK pada hari yang sama saat terjadi kecelakaan, 5 jam sampai dinihari berada di rumah Ketum Golkar itu dan dalam waktu bersamaan terjadi kecelakaan. 

Peristiwa kecelakaan itu menurut Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya bukalah rekayasa tetapi memang benar benar terjadi setelah pihaknya melakukan olah TKP.

Apakah penyataan Wadir ini hanya sebuah berita hoax yang sengaja diposting di jejaring sosmed? Bisa saja itu terjadi. Sebab kemukinan tulisan di foto itu bukan pernyataan Wadir Korlantas Metrojaya.  Tapi dibuat memenya oleh orang yang tedak bertanggung jawab seolah olah yang memberikan keterangan adalah Wadir Korlantas Metrojaya. Kalau begitu jalan ceritanya maka informasi tersebut adalah sebuah informasi yang tidak benar.

Namun jika benar informasinya. Aneh dan membuat kita jadi heran, bukan? 

Dimana letakkan aneh dan herannya?

Biasanya, jika ada seorang terduga sebagai pelaku kejahatan meski dia tersangkut kasus  maling ayam. Dia ditemukan polisi saat terjaring razia rutin polantas, maka yang bersangkutan langsung ditangkap dan digelandang ke kantor polisi dengan tangan diborgol.

Sementara SN yang ramai diberitakan oleh semua media, dan tersiar kabarnya kemana-mana, saat terjadinya kecelakaan kenapa polisi tidak membantu KPK menangkap SN?
Oh mungkin SN dalam peristiwa kecelakaan itu tak sadarkan diri sehingga yang bersangkutan harus segera dilarikan ke RS untuk mendapatkan pertolongan medis.


Jika benar berita wakil Korlantas itu kapan “buaya” mau membantu pekerjaan “cicak”? (maaf ini saya pinjam istilah Komjen Pol (Purn) Susno Duadji semasa jadi Kabareskrim dulu).

Mengikuti pemberitaan kasus SN kadang kadang kita seperti mendapat suguhan cerita Kaba dendang Biola (Rabab Pesisir Selatan).

Tahukah anda yang bukan warga Pesisir Selatan, arti Kaba Rabab Pesisir itu?

Adalah sebuah Kaba (kisah dongeng) yang diciptakan oleh sipenggesek Rabab  semata mata hanya untuk menambah susana gembira dalam sebuah perhelatan di Kabupaten yang kini Bupati nya dijabat oleh Hendrajoni Dt Bandobasou.

Yaaaaaa…, Mudah-mudahan saja kita tidak sedang menonton suguhan Kaba Rabab Pesisir itu. Lantas seharusnya kita pandai pandai lah membaca mana berita hoax mana yang benar benar berita sesuai dengan apa adanya bukan adanya apa?

Hehe heheheh…. 

(Yuharzi Yunus)

 

By Pilar