.

​Ide Berdua Dan Dim dan Kapolres Solok Kota; Pisah Sambut Dandim Tak Seperti Biasa


PILARBANGSANEWS.COM. SOLOK ,–Prosesi pisah sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0309 Solok berlangsung istimewa. Pisah sambut dari pejabat lama, Letkol Inf Irwan Harjatmono ke pejabat baru, Letkol Arh Priyo Iswahyudi, tidak digelar di Makodim. Prosesi “sakral” itu justru digelar Mapolres Solok Kota.

Pisah sambut Dandim di Makodim, adalah hal biasa. Demikian juga kalau Kapolres “pamit” ke “anggotanya” atau mitra kerjanya di Mapolres. Tapi akan istimewa, kalau pisah sambut Dandim digelar di Mapolres. Namun, itulah yang terjadi saat Dandim 0309 Solok menggelar pisah sambut di Mapolres Solok Kota, Minggu (19/11).

Pisah sambut dari pejabat Dandim 0309 Solok, Letkol Inf Irwan Harjatmono ke pejabat baru, Letkol Arh Priyo Iswahyudi, dihadiri sejumlah pejabat daerah Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Turut hadir Forkopimda lain, seperti Kejari, Pengadilan dari Solok Raya. Selain itu juga hadir kepala perbankan, BUMN, BUMD, serta personel Kodim dan personel Polres Solok Kota. Bahkan, Walikota Solok Zul Elfian dan Wakil Walikota Solok Reinier hadir bersamaan. Sementara Kabupaten Solok dihadiri Sekda Aswirman. Jadilah, pisah sambut itu berlangsung secara megah. Personel Kodim dan Polres Solok Kota saling berbaur dan terlibat percakapan yang akrab.

Alasan “Pisah Sabut Spesial” itu, akhirnya terjawab saat Letkol Irwan Harjatmono diminta menyampaikan kesan dan pesannya. Menurut Irwan, pisah sambut di Polres Solok Kota, adalah idenya bersama Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, untuk menunjukkan bahwa TNI dan Polri di Solok memiliki hubungan yang spesial.

“Mungkin, ini pertama di Indonesia. Pisah sambut Dandim di Mapolres. Sengaja digelar disini (Mapolres) untuk menunjukkan bahwa kami mem-back up penuh kepolisian. Rekan-rekan polisi jangan pernah ragu, kami bersama rakyat mendukung penuh kepolisian. Tapi ingat, TNI dan Polri adalah bagian dari masyarakat, jadi jangan rusak hubungan dengan masyarakat. TNI dan Polri harus menjadi motor penggerak untuk kemajuan di masyarakat,” ujarnya.

Irwan juga menegaskan dirinya banyak belajar dan berterima kasih kepada masyarakat Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Setelah sekitar 1,5 tahun menjadi Dandim, Irwan mengaku banyak belajar tentang kelembutan, bagaimana mengatur wilayah yang besar, hingga belajar tentang ilmu politik. Irwan dipromosikan menjadi Komandan Pasukan Brigade Infanteri Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)

“Sejak pertama kali lulus sebagai tentara, saya dicetak sebagai pasukan. Di Solok Raya ini lah saya diubah menjadi pribadi yang lembut. Bergaul dengan siapa saja di Solok Raya ini. Bahkan disini juga, saya diajarkan bagaimana mengatur wilayah dengan politik santun. Sehingga, saya merasa perlu berterima kasih kepada masyarakat dan seluruh elemen di Solok Raya ini,” ujarnya.

Selain berhasil menjadikan tentara sebagai “kawan akrab” masyarakat, Irwan juga meninggalkan sesuatu yang akan selalu dikenang. Yakni “pembebasan” Lapangan Merdeka Solok, yang sebelumnya dikelola Kodim 0309 ke Pemko Solok untuk dijadikan sebagai sarana olahraga yang representatif. Sejak Indonesia Merdeka, baru di masa kepemimpinan Irwan, pengelolaan lapangan di Pusat Kota Solok itu diserahkan ke pemerintah daerah. Selain itu, di masa Irwan, Kodim 0309 Solok, tidak lagi menjadi tempat yang “angker” bagi masyarakat. Setiap hari, lapangan dan sarana olahraga di Kodim 0309 Solok dimanfaatkan masyarakat. Baik dari Kota Solok, Kabupaten Solok maupun masyarakat sekitarnya. Demikian juga, dengan Masjid Taqwa di Kompleks Kodim itu, menjadi tempat favorit bagi masyarakat, Pemko Solok dan instansi lain sebagai sarana ibadah dan kegiatan keagamaan.

Pengganti Irwan, Letkol Arh Priyo Iswahyudi mengaku ingin meneruskan dan memperkuat yang dilakukan Irwan. Priyo yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1999, atau satu tahun di bawah Irwan, menyatakan dirinya akan menggandeng seluruh elemen masyarakat di Solok Raya. Sebelum diangkat menjadi Dandim 0309, Priyo pernah bertugas di Tanjung Priok selama tujuh tahun. Lalu Kasdim di Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terakhir menjadi Komandan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Dan Yon Arhanud) di Pekanbaru.

“Terus terang, saya agak iri dengan Bang Irwan, yang bisa dekat dengan semua orang disini. Saya harus belajar banyak dari beliau. Saya akan menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif di Solok Raya ini,” ujar pria asli Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can menyatakan bahwa Solok merupakan daerah yang aman. Seluruh dinamika hanyalah isu. Boris (sapaan Yutris Can) menyatakan pisah sambut di Mapolres merupakan budaya baru yang positif.

“Kita merasa sangat kehilangan. Namun feeling saya menyatakan, Pak Priyo adalah pengganti yang pas untuk Pak Irwan. Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan beliau, Solok bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Di masa Irwan Harjatmono, berhasil memperbaiki Lapangan Merdeka, dan dimanfaatkan untuk masyarakat Solok dan Sumbar.

Sementara itu, Walikota Solok Zul Elfian menyatakan akan menyambut Dandim yang baru dengan tangan terbuka. Pemko Solok, Pemkab Solok dan Pemkab Solok Selatan siap siap meneruskan apa yang sudah dilakukan Dandim sebelumnya dan memperkuat hubungan dengan Dandim yang baru.

“Intinya adalah kebersamaan dan niat yang ikhlas. Ini adalah sebuah dinamika tugas yang ditujukan untuk membuat masyarakat lebih baik. Mudah-mudahan di tangan Pak Priyo, hubungan dan kemajuan masyarakat kita di Solok Raya ini semakin baik,” harap Zul Elfian. (rzl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *