PILARBANGSANEWS. COM. JAKARTA,– Dipasamoan ( maksudnya dikerjakan bersama-sama)  istilah menggunakan bahasa Minang itu, diungkapkan Gubernur Sumbar saat meninjau Pasa Ateh Bukittinggi yang terbakar awal bulan lalu.

Ajakan dipasamoan yang berasal dari  Gubernur itu, Senin (20/11) mulai direspon oleh kelompok perantau yang menamakan dirinya sebagai Padusi Minang.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima rombongan  yang dipimpin oleh Merry Syarief selaku Pembina bersama ketuanya Wirdayeni dan empat orang anggota lainnya di kediaman Walikota Belakang Balok Bukittinggi, Senin sore (20/11).

Kunjungan Kelompok Perantau Padusi Minang tersebut adalah dalam rangka Bhakti Sosial dengan memberikan bantuan kepada korban bencana kebakaran yang menimpa pedagang Pasar Atas Bukittinggi pada Senin 30 Oktober 2017 yang lalu.

Bantuan yang diberikan berupa biaya untuk pembangunan 20 kios penampungan korban bencana kebakaran Pasar Atas yang diserahkan langsung kepada Rudi yang akan melakukan pekerjaan pembangunan kios tersebut dan disaksikan oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.  

“kami perantau Padusi Minang yang berada di Jakarta turut merasakan duka yang dialami pedagang yang mengalami musibah kebakaran, yang dibutuhkan saat ini tentunya adalah tempat aktifitas berdagang bagi mereka, untuk itu tahap awal ini kami membantu pengadaan pembangunan untuk 20 kios penampungan, setelah selesai pembangunan nantinya akan diibahkan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi”, ujar Merry 

Kemudian Merry juga berharap semoga mereka yang kena musibah bisa berdagang kembali dan mudah – mudahan keadaan bisa cepat pulih kembali, tambahnya.

Komunitas Padusi Minang ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Merry Syarief beranggotakan perantau yang tidak hanya berasal dari Bukittnggi saja tetapi dari berbagai daerah di Sumbar dan aktif dibeberapa kegatan sosial seperti memberikan bantuan ke daerah bencana, khitanan massal dan kegiatan sosial lainnya.

Sementara itu Walikota Ramlan Nurmatias memberikan apresiasi atas kepedulian perantau Padusi Minang Jakarta terhadap musibah yang dialami pedagang di Bukittinggi. Pada kesempatan tersebut Ramlan juga mengucapkan terima kasih kepada kelompok Padusi Minang yang peduli dengan kampung halaman. 

“atas nama Pemerintah Daerah kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan dari ibuk – ibuk perantau Padusi Minang yang ada di Jakarta yang turut meringankan beban pedagang kita yang kena musibah, saat ini kita memang membutuhkan pembangunan kios para pedagang agar perekonomian mereka segera pulih kembali, dan semoga perantau Minang lainnya juga tergerak hatinya untuk membantu pembangunan kios ini yang memang sangat dibutuhkan saat ini dan Pemerintah Daerah siap untuk memfasilitasinya”, ujar Ramlan.  

Semoga dengan pemberian bantuan ini akan dapat lebih mempererat silahturrahmi antara perantau dengan orang yang ada dikampung, pungkas Ramlan sambil menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembuatan 1 unit kios senilai Rp.11,4 juta.(Ylm)
 

By Pilar