PILARBANGSANEWS.COM. PAINAN,–
Pembaca Pilarbangasanews.com. kami akan bawa anda untuk melihat  berbagai macam gambar/foto rumah adat Lampung.

Dibawah ini kami tampilkan  3 bentuk arsitektur rumah adat Lampung. Beda rumah adat suatu daerah dengan daerah yang lain  dominan terletak dari bentuk atapnya.
Coba kita perhatikan bersama sama…

Ulang lagi lihat. Coba anda scrol keatas kembali… Sebab nanti kita bisa lupa jika melihatnya sepintas, ayo kita amati ornamen ornamen yang ada pada bangunan atap rumah besar (rumah adat ) Lampung itu..

Sekarang setelah bentuk atap Rumah Besar Lampung itu sudah disimpan di memori, ayo…, alihkan pandangan ke bawah ini.

Gambar  ini adalah gambar panggung/pentas yang baru selesai dibangun oleh Pemda Pesisir Selatan, terletak di Carocok Painan. Panggung ini dapat  digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian ataupun dapat digunakan untuk kegiatan acara acara metas lainnya.

Gambar diatas atapnya agak mirip dengan rumah gonjong. Saya gunakan  kata atau istilah dari kata mirip.  Maksud mirip jelas tidak sama. Pasti ada bedanya.

Bedanya terletak pada tinggi tanduk yang runcing itu. Rumah gadang (rumah adat Minang) yang asli banyak kita jumpai di daerah Kabuten Tanah Datar, Bukittinggi, Agam Payakumbuah dan ke Daerah Solok Selatan yang terkenal dengan  1000 Rumah Adat.

Di kabupaten Pesisir Selatan jarang sekali rumah dengan arsitektur atap  bagonjong itu kita temui. Rumah gadang Mak Gaek saya dulu bentuk bangunannya lebih mirip  dan meniru arsitek Aceh. Dan rata rata rumah gadang orang kampung saya di Batang Kapeh memang meniru arsitek rumah Aceh….

Lantas…, silahkan dinilai kearah mana kemiripan bentuk atap pangung di Carocok ini?

Lebih mirip ke  Lampung atau arsitektur Minang??

Jawaban kita akan berbeda beda, tergantung dari sudut mana dan untuk  kepentingan apa  anda memberikan komentar.

Sebab penglihatan kita akan bisa berubah dan akan terpengaruh dari cara kita mihatnya. Hitam pun akan dikatakan abu abu, alasannya karena mengikuti kepentingan yang saya maksud tadi.

Saya tidak habis pikir kenapa ketika sebuah kantor di Painan dibangun dengan gaya arsitektur Spanyol, tidak dikomentari? Dan kenapa ketika panggung di Carocok itu atapnya dibangun kurang mengikuti bangunan bagonjong, lalu kemudian ada diatara kita yang berkomentar; penglihatannya jadi terganggu melihat atap panggung Carocok itu? Atap Spanyol kok kagak ?

Onde yei….. Macam macam sajo mah…. Hehehehe.. Sebenarnya  sasaran tembak yang sedang di bidik arahnya kenyak (kesini) ya??  

Ow.. Mungkin ada kaitan dengan istri Bupati orang tuanya kini tinggal di Kota Bumi Sumsel. Itu benar. Tapi banyak yang tidak tahu kalau Ibu kandung dari Ketua TP-PKK Pessel ini  berasal dari Banten, ayahnya wong kito Palembang.

Ambo kini merasa asli Pessel lho, suku suami  Kampai asal Kambang. Ayah dan ibu angkek ambo ado di Batang Kapeh. Apakah itu belum cukup kalau saya telah memenuhi syarat sebagai  salah seorang Bundo Kanduang di Ranah Minang khusus Bundo Kanduang  Rang Pasisia Selatan karena faktor Suami bergelar Datuak Bandobasou. Ayo kita tanya ke LKAM SUMBAR,”  mungkin inilah lah jawaban yang akan diberikan oleh Lisda Rawdha jika ada yang masih meragukan Ke Pessel-annya.

(Yuharzi Yunus)

By Pilar