PILARBANGSANEWS. COM. MOJOKERTO, JATIM,–

Dimas Surya Suprana, bocah masih  berusia 10 tahun,  saat ini duduk dibangku kelas 4 SD, tinggal dirumah kontrakan bersama ibunya Titin Yunani dan dua orang adiknya Anjani Putri Harianti dan Anjani Novia Anggraini.

Berempat mereka tinggal di rumah kontrakan beralamat  Desa  Bejijong RT 04 RW 04 Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Rumah yang ditunggui keluarga tanpa suami dan ayah ini, pada bahagian belakangnya ambruk .

Anak seumuran Dimas pada  umumnya yang ada dipikiran mereka bermain sesama   teman-temannya sebaya, tapi tidak bagi Dimas, dia tahu akan beban ibunya, dia mencoba meringankan dengan  bekerja demi keluarga dan biaya sekolahnya.

Dimas setiap hari harus mengayuh sepeda mininya keliling kampung di wilayah Trowulan Mojokerto. Sebuah keranjang plastik berisi kue bertengger di belakang ranjang sepedanya.

Dimas berkeliling menyusuri jalan menawarkan kue buatan ibunya. Tidak jarang juga dia harus pulang lebih larut karena jarak yang lumayan jauh.

Sepulang sekolah biasanya Dimas menjajakan kue untuk biaya sekolah dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kue itu hasil buatan ibunya dan sebagian juga mengambil dari orang_lain untuk dijualkan agar mendapatkan laba yang cukup memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari sepulang sekolah, antara pukul 13.00-18.30 ia biasanya memajang dagangannya didepan Alfamart Bejijong Trowulan Mojokerto. 

Tak ada kata menyerah baginya, meskipun cuaca panas, angin dan hujan, Dimas tetap berangkat jualan kue. Luar biasa.

“Ya…., kalau saya gak ikut bantu ibu, gak dapat kami makan Om, gak bisa kami bayar kontrakan rumah,” ujar Dimas yang mengaku semua hasil dagangan diserahkan semua kepada sang ibu

Kecil kecil sudah mampu membantu ibunya…hanya satu kata untuk Dimas, Heeeebaat.

Semoga yang membaca postingan ini terketuk hatinya untuk menengok dan menyisihkan rezekinya untuk Dimas dan keluarganya.(Irawan DS)

By Pilar