PILARBANGSANEWS. COM. SURABAYA,–  Tim Asistensi Bangunan dan Gedung (TABG) Surabaya, memastikan beberapa tahun ini tidak pernah mengeluarkan izin kepada pihak manapun untuk membangun di kawasan Pemuda Surabaya.

“Jika ada bangunan baru atau proyek yang akan dibangun dikawasan ini, jelas itu dapat dikatakan sebagai bangunan liar tanpa rekomendasi dari TABG,” kata salah seorang Tim Ahli TABG menjawab pertanyaan terkait ada sejumlah bangunan baru dikawasan Balai Pemuda itu.

TABG terdiri dari 5 orang ahli independen, Masing – masing Ir. Hasan Siregar, Ir. Hari Sunarko, Ir. M.I. Aditjipto, Ir. Mudji Irmawan dan Ir. Gatot Budi Riyanto. Salah satu kewenangan yang diberikan kepada tim ini adalah memberikan rekomendasi kepada siapapun yang akan membangun di kawasan Gedung Pemuda ini.

Sementara kawasan gedung pemuda ini  telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang hari dipelihara dan dilindungi kelestariannya.

Makanya, untuk mendirikan bangunan di Balai Pemuda ini bukan cuma harus mendapat Rekomendasi dari TABG saja, Tetapi juga harus ada SK dari Mendikbud. Sebab Kawasannya Gedung Pemuda ini   seluas 1,7 hektar telah  ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan SK Mendikbud No PM.23/PW.007/MKP/2007.

” Yang perlu dicermati lebih jauh tentu Gedung itu tidak memiliki IMB atau Ijin Mendirikan Bangunan, Karena untuk memperoleh IMB harus ada Rekomendasi dari TABG. Meskipun Gedung itu milik Pemkot, Tetap harus memiliki IMB kendati nantinya mungkin tidak membayar retribusi, Tetapi harus punya IMB, ” Kata anggota TABG itu.

Dalam dua tahun ini, Proyek yang sudah dibangun di kawasan Balai Pemuda sebagai proyek yang patut diaudit keuangannya. Karena menjadi proyek yang diusulkan sendiri oleh Pimpinan DPRD Surabaya adalah Basement 1 yang sudah selesai dikerjakan senilai Rp 20 Miliar Tahun lalu dan Basement 2 juga telah selesai dengan nilai yang sama, Rp 20 Miliar. Kedua proyek senilai Total Rp 40 Miliar itu, Kontraktor pelaksananya sama yaitu PT Cipta Karya Multi Tehnik.

Saat ini sedang dipersiapkan dua proyek yang jauh lebih besar di atas tanah kawasan Balai Pemuda, Yaitu Gedung Baru DPRD Type B senilai Rp 60 Miliar yang tendernya dimenangkan PT Tiara Multi Teknik dan Pembangunan Gedung Type A senilai Rp 30 Miliar yang dimenangkan PT Cipta Karya Multi Teknik.

Seorang kontraktor rekanan Pemkot Surabaya mengatakan, Lelang Proyek yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat Cipta Karya Kota Surabaya adalah Lelang Abal – Abal. Karena yang memenangkan Tender Ya Kontraktor  yang itu – itu juga, Yang dekat dengan Pimpinan DPRD Kota Surabaya.

“ Kelihatannya saja lelangnya terbuka secara online, Tetapi ya tetap diatur sesuai keinginan Dinas Cipta Karya. Kelihatannya Cipta Karya berada di bawah tekanan Pimpinan DPRD Kota Surabaya, ” Kata Kontraktor rekanannya itu.

Untuk mewujudkan proyek – proyek tidak penting bagi masyarakat Kota Surabaya itu, Dinas Cipta Karya dengan gegabah telah Merobohkan Masjid Assakinah dan akan menggusur Kantor Dua Organisasi Kesenian yang sejak Tahun 1970 berada di Balai Pemuda. Sementara itu, Gedung DPRD Kota Surabaya sendiri termasuk Gedung Baru yang diresmikan bulan Juli 1997. ( nis/Red )

By Pilar