Bripka AA (fotomerdeka/ Nur Aditya).



PILARBANGSANEWS. COM. SAMARINDA,– Seorang polisi berpangkat Bintara Kepala (Bripka) anggota  Satuan Reskoba Polresta Samarinda terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh anggota Paminal Propam Polda Kalimantan Timur. Dalam proses penangkapan polisi yang diketahui berinisal A itu terjadi tembak tembakan.  Namun dalam tragedi itu, A akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah timah panas bersarangnya dipahanya.



Bripka A telah lama dicurigai oleh teman teman  baikpun komandannya  sebagai  pengedar barang haram itu, kini masih menjalani perawatan di RSUD AW Syachranie Samarinda, pasca operasi pencabutan proyektil peluru yang bersarang dipahanya.

“Tindakan Bripka A sebagai pengedar narkoba, sudah diketahui oleh Kapolres lama Kombes Pol Setyobudi Dwiputro. Saat itu dia sudah diingatkan, menghentikan saja perbuatan. Namun yang bersangkutan tak mau berubah,” kata sumber merdeka.com di Polresta Samarinda, berpangkat Aipda, saat berbincang Kamis (13/4) siang.

Kombes Setyobudi Dwiputro menjabat sebagai Kapolresta Samarinda sejak 2015-2016. Dia kemudian digantikan Kombes Eriadi, hingga saat ini berganti Kombes Reza Arief Dewanto.

“Yang main-main dengan narkoba lainnya, mungkin tunggu giliran saja. Mencolok, masak di rumah punya mobil-mobil mewah,” sebut sumber itu.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto memastikan, sanksi pecat sebagai anggota Polri menanti Khairul Anam. Tindak tanduk Anam dalam bisnis narkoba, masih dalam penyelidikan.

“Ya Insya Allah sanksinya itu (pecat). Soal dugaan dia beking, ini masih kita kembangkan ya. Yang jelas, dia pengedar narkoba,” kata Reza.

Reza tidak menampik, keterlibatan personelnya berbisnis narkoba, menghambat keseriusan Polresta Samarinda, dan Polda Kalimantan Timur secara umum memberantas narkoba.

“Ini sebagai bentuk keseriusan terhadap pemberantasan narkoba. Kita bersihkan, termasuk dengan keterlibatan anggota,” tegas Reza.

Reza juga memastikan, tertangkapnya Khairul Anam, membuat dia akan melakukan tes urine mendadak sewaktu-waktu. Tujuannya, agar personelnya benar-benar bersih dari narkoba.

“Tidak semua, kita lakukan tes urine kepada yang tertentu, secara acak,” demikian Reza.

Masih di Polresta Samarinda, Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Belny Warlansyah, tidak bisa menutupi kekecewaannya terkait penangkapan anggotanya. Dia tidak berkomentar apapun, saat ditanya wartawan.

Diketahui, Bripka Khairul A dicegat tim gabungan Paminal Propam Polda Kaltim dan Paminal Polresta Samarinda) di kawasan simpang empat Voorvo, Jalan Letjend Suprapto, Rabu (12/4) sekira pukul 23.30 WITA.


Bripka A yang membawa pistol, mencoba melawan, namun berhasil dilumpuhkan di pahanya. Mulai dari kawasan simpang empat itu hingga pengembangan kasus ke rumahnya yang dipimpin langsung Kombes Reza Arief Dewanto, total sabu disita 46 gram, uang tunai Rp 46 juta dan 15 buku tabungan berbagai bank.  Mardeka/gil)

By Pilar