PILARBANGSANEWS.COM. BATAM.,–

Setelah gagal memprovokasi antara Ummat Muslim dan penganut Budha di kawasan Asia dalam kasus Rohingya. Di tambah kesuksesan reuni akbar 212 yang monumental dan menggetarkan jagad politik Indonesia, PKI dan Syiah memanfaat kan momen ephoria ini memanfaatkan kedatangan Ustad kondang Abdul Somad (Selanjutnya kita singkat UAS) dengan menggerakkan sel sel politik mereka (proxy) untuk melakukan penolakan terhadap kedatangan UAS di Bali.

Alasan klasik ala PKI pun mereka gunakan, yaitu anti NKRI dan anti Pancasila. Sedangkan UAS karena begitu pandai membangkitkan ghiroh ke Ummatan, persatuan Ummat lintas aliran dan harokah sehingga beliau pun di juluki Ustad pemersatu Ummat Islam Indonesia.

Makanya wajar jadwal beliau sangat begitu padat. Bahkan sampai 1 tahun kedepan pun sudah full. TNI dan Polri pun tidak ketinggalan mengundang Ustad yg cerdas, lugas dengan aksen khas melayu medannya itu. Jadi sangat jauh panggang dari api dengan apa yg di argumentasikan ormas Bali dalam menolak UAS datang ke Bali.

Dengan penolakan betbau intimidasi dan kekerasan ini jelas fakta konkrit anti kebhinekaan dan intoleransi yg mereka suarakan. Aneh bukan. Tapi namanya skenario PKI yg culas, mereka sengaja memaunkan ini agar timbul gejolak dan friksi antar ummat beragama khususnya Islam dan Hindu di Indonesia.

Memang Islam minoritas di Bali. Tapi Hindu minoritas di Indonesia. Ini mereka anggap sebagai potensi besar untuk di adu domba. Mereka mengharapkan, dengan adanya penolakan IAS di Bali, akan ada aksi balasan dari Ummat Islam terhadap ummat Hindu yg ada di luar Bali. Nahhhh….. ??? Jelaskan benang merah peta konflik yg mereka inginkan.

Sumbunya ada di Bali, tapi peledak (Bomnya) bisa meledak dimana mana di seluruh Indonesia. Ummat Islam akan sweeping masyarakat Bali yg tak tahu apa apa, terjadi persekusi, tindakan anarkisme bahkan perang, mereka para kelompok PKI dan Syiah laknatullah ini tinggal goreng di media massa yg mereka kuasai. Islam radikal. Islam jahat. Bla… blaa… tiap hari siang malam sampai betbuih dan berbusa.

Untunglah para aparat TNI dan Polri sigap membaca situasi ini. Pangdam Udayana langsung merespon dan menginstruksikan seluruh jajaran TNI di bawahnya bagi yg muslim agar mengikuti bersama ceramah UAS. Tempat penyelenggaraannyapun di pi dahkan ke Masjid di area Makodam. Hingga alhamdulillah ceramah UAS berjalan sukses dan lancar. Jamaah yang hadir membludak. Walaupun ada sedikit insiden di Hotel tempat UAS nginap, tapi akhirnya dapat di atasi oleh bapak kita TNI dari Kodam Udayana dan Polri setempat. Bravo TNI dan POLRI !

Tinggallah para cebong PKI dan Syiah gigit jari dan kejang kejang. Namun kita mesti tetap waspada, karena sampai kiamatpun mereka tak kan senang dengan bersinarnya cahaya Islam di buminya Allah ini… Wallahualam.
Batam. 09 Desember 2017.

PENULIS: H. Anton Permana.

By Pilar